Penulis: hmtk_kinetika

  • Buletin KINETIKA Februari 2023

    Buletin Kinetika bulan Februari 2023 telah terbit secara online!
    Terdapat dua buah artikel dan satu buah steam bertemakan Oleochemical Industry, serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew Kinetika.

    ARTIKEL

    STEAM

    REPORTASE

  • Pembuatan Bioherbisida yang Ramah Lingkungan Oleh Mahasiswa UNDIP sebagai Upaya Penanggulangan Gulma di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan

    Sumber: Dokumentasi Pribadi

    Pekalongan (14/1). Desa Jolotigo adalah salah satu desa di Kecamatan Talun, Pekalongan, Jawa Tengah. Secara geografis, Desa Jolotigo terletak di pegunungan. Mata pencaharian penduduk di Desa Jolotigo sebagian besar adalah sebagai petani. Salah satu permasalahan yang muncul dalam kegiatan pertanian maupun perkebunan adalah adanya gulma atau tanaman pengganggu yang dapat menurunkan kualitas produk pertanian yang dihasilkan. Bioherbisida merupakan senyawa yang mampu mengendalikan pertumbuhan gulma. Bioherbisida mampu menanggulangi gulma dengan ramah lingkungan dan dapat dibuat dari limbah air kelapa dengan proses fermentasi sederhana.

    Dengan ide tersebut, Azman Qori Hanafi, mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2022/2023 dengan tiga dosen pembimbing lapangan, yaitu Bapak Heri Sugito, M.Sc., Ibu Nenik Woyanti., SE., M.Si., dan Bapak Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si. melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan bioherbisida pada warga di Desa Jolotigo, Talun khususnya bagi para petani. Sosialisasi ini diikuti oleh beberapa warga di Desa Jolotigo dan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Januari 2023.

    Berikut merupakan langkah pembuatan bioherbisida dari limbah air kelapa.

    1. Tuangkan air kelapa sebanyak 4 liter dan gramaxone 1 liter lalu diaduk.
    2. Masukkan ragi tape sebanyak 25 butir yang sudah dihaluskan untuk mempercepat kematangan.
    3. Masukkan pupuk urea 500 gram lalu aduk kembali.
    4. Campuran didiamkan selama 7-10 hari untuk difermentasi. Tutup botol dibuka satu hari sekali.
    5. Bioherbisida yang telah difermentasi selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki penyemprotan untuk disemprotkan pada gulma atau tanaman pengganggu.

    Program ini bertujuan untuk memberikan ilmu tambahan kepada warga sekitar dalam pembuatan herbisida secara mandiri guna mengendalikan gulma atau tanaman pengganggu. Selain itu, produk pertanian di Desa Jolotigo diharapkan akan lebih aman dan sehat terbebas dari tanaman pengganggu.

  • Kreasi Olahan Jagung Marning Asin dan Pedas Manis Oleh Mahasiswa UNDIP di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan

    Sumber: Dokumentasi Pribadi

    Pekalongan (27/1). Desa Jolotigo adalah salah satu desa di Kecamatan Talun, Pekalongan, Jawa Tengah. Mata pencaharian penduduk di Desa Jolotigo sebagian besar sebagai petani, pengolah lahan, serta buruh pabrik. Azman Qori Hanafi, mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2022/2023 dengan tiga dosen pembimbing lapangan, yaitu Bapak Heri Sugito, M.Sc., Ibu Nenik Woyanti., SE., M.Si., dan Bapak Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si. melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan olahan jagung marning pada warga di Desa Jolotigo, Talun.

    Jagung merupakan salah satu sumber daya alam yang ada di Desa Jolotigo, Talun, Pekalongan. Sejauh ini, hasil jagung tersebut hanya dijual mentah ke pasar dan sekitarnya atau hanya sebagai pakan ternak. Melihat potensi dari jagung ini, akan disosialisasikan pembuatan olahan jagung marning sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Desa Jolotigo. Marning merupakan makanan ringan yang dibuat dari biji buah jagung tua, direbus, dikeringkan, dan digoreng menggunakan minyak. Sosialisasi ini diikuti oleh beberapa warga di Desa Jolotigo dan dilaksanakan pada Jumat, 27 Januari 2023.

    Berikut merupakan langkah pembuatan olahan jagung marning.

    1. Cuci jagung sampai bersih.
    2. Masukkan air 3 liter.
    3. Masukkan jagung 1 kg dan larutkan kapur sirih 100 gram.
    4. Pastikan kapur sirih tercampur merata.
    5. Ketika sudah mendidih, kecilkan api dan masak sampai kulit ari tekelupas (2 jam).
    6. Apabila sudah terkelupas, cuci jagung hingga air cucian berwarna bening.
    7. Kemudian isi air ke dalam baskom serta tambahkan garam 5 sendok makan dan rebus jangung hingga mekar (4-6 jam). Tambahkan air apabila air berkurang.
    8. Setelah jagung mekar, tiriskan dan jemur sampai kering dibawah matahari.
    9. Setelah kering (1-3 hari), goreng jagung sampai berwarna emas.

    Marning dapat divariasikan dalam dua rasa, yaitu asin dan pedas. Berikut merupakan cara membuat bumbu marning asin.

    1. Haluskan semua bumbu (rebon, bawang putih, bawang merah, dan jahe).
    2. Tuangkan bumbu halus ke marning yang sudah dikeringkan.
    3. Goreng sampai berwarna emas.

    Berikut merupakan cara membuat bumbu marning pedas.

    1. Haluskan semua bumbu (bawang putih, bawang merah, gula merah, garam, dan cabai).
    2. Panaskan sedikit minyak lalu goreng bumbu hingga tercium bau sedap.
    3. Aduk hingga sedikit mengental lalu campur marning asin.
    4. Aduk sampai bumbu merata.

    Program ini bertujuan untuk memberikan ilmu tambahan kepada warga sekitar dalam pemanfaatan sumber daya alam melalui olahan lanjut dari jagung. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia melalui pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) oleh warga di Desa Jolotigo.

  • Potensi Minyak Jelantah sebagai Biodiesel Pada Mesin Diesel

    Seperti yang kita ketahui, bahwa sumber daya alam tak terbarukan kian lama kian menipis kuantitasnya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari alternatif untuk menggantikan sumber daya alam tak terbarukan itu, seperti minyak bumi dan gas yang kerap kali digunakan untuk bahan bakar mesin salah satunya mesin diesel. Untuk menggantikan solar dari hasil olahan minyak bumi tersebut terciptalah biodiesel, yaitu bahan bakar nabati untuk aplikasi mesin atau motor diesel berupa ester metil asam lemak (fatty acid methyl ester/FAME) yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses esterifikasi dan/atau transesterifikasi. Sumber biodiesel ini ada bermacam-macam, yaitu salah satunya adalah penggunaan minyak jelantah sebagai biodiesel. Minyak jelantah yang merupakan minyak kelapa sawit bekas pakai masak ini dapat ditingkatkan penggunaannya sebagai biodiesel, namun penggunaan biodiesel minyak jelantah secara tunggal ini memiliki beban nitrogen oksida (NOx) yang tinggi. Maka, perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut dari minyak jelantah tersebut, yaitu dengan cara penambahan n-dekanol, nitrogen-doped, dan amino-functionalized multi-walled carbon nanotube.

    (lebih…)
  • Industri Kreatif Yang Kuat dan Dinamis Untuk Perekonomian

    Sumber: istockphoto.com

    Dunia industri saat ini sedang memasuki era baru yang ditandai dengan masifnya perkembangan teknologi informasi, yaitu era “revolusi industri 4.0”. Salah satu keunggulan era ini adalah terciptanya lebih banyak pekerjaan dan investasi baru berbasis teknologi. Kreativitas yang dihasilkan oleh seseorang atau kelompok nantinya diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi serta dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Maka dari itu, industri kreatif merupakan bidang penting yang harus terus dikembangkan seiring berjalannya waktu dalam era revolusi industri 4.0 dan perlu dibangun bersama-sama dalam perkembangannya karena merupakan salah satu penopang perekonomian negara.

    (lebih…)