Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Bahan Baku Pembuatan Bahan Bakar Alternatif

Produksi sampah nasional menunjukkan tren yang terus meningkat seiring dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu jenis sampah yang menjadi perhatian adalah sampah plastik. Produksi sampah plastik di Indonesia sangat besar sebab secara total produksi sampah Indonesia mencapai 189 kilo ton/hari jauh lebih besar dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara (Kholidah dkk., 2018). Pengelolaan sampah plastik menjadi masalah sebab plastik merupakan material yang tidak bisa terdekomposisi secara alami (non biodegradable) sehingga pengelolaan sampah plastik dengan landfill maupun open dumping tidak tepat dilakukan.

Lanjutkan membaca “Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Bahan Baku Pembuatan Bahan Bakar Alternatif”

Potensi Ekstrak Daun Salam sebagai Insektisida Hayati

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Vektor utama dari penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi oleh virus dengue. Salah satu pengendalian terhadap vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah menggunakan insektisida baik sintetis maupun hayati.

Lanjutkan membaca “Potensi Ekstrak Daun Salam sebagai Insektisida Hayati”

Xenotransplantasi Organ Babi dalam Tinjauan Bioetik

Transplantasi adalah cara atau upaya medis untuk menggantikan organ atau jaringan yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik. Transplantasi merupakan salah satu hal yang paling luar biasa yang telah dicapai dalam dunia kedokteran modern, karna banyak nyawa manusia di dunia dapat diselamatkan melalui transplantasi ini. Ada empat jenis transplantasi, yaitu autotransplantasi, transplantasi alogenik, transplantasi garis isometrik, dan xenotransplantasi. Transplantasi jantung babi ke manusia adalah prosedur medis eksperimental yang disebut xenotransplantasi. Ini melibatkan penggunaan jantung babi sebagai donor untuk manusia yang membutuhkan transplantasi jantung. Ide di balik ini adalah untuk mengatasi masalah kekurangan organ donor manusia yang serius.

Lanjutkan membaca “Xenotransplantasi Organ Babi dalam Tinjauan Bioetik”

Sifat Koligatif dalam Si Manisnya Indonesia, Es Puter

Es krim merupakan salah satu jenis dessert yang paling digemari. Es krim memiliki berbagai macam varian. Es puter merupakan salah satu jenis yang paling terkenal hingga saat ini serta merupakan kearifan lokal Indonesia. Es puter biasa dijual dengan bunyi gong kecil sehingga es puter kerap disebut sebagai es tung-tung atau es dung-dung. Asal-usul es puter diadaptasi dari kuliner ala Kolonial Belanda yang dibawa ke Indonesia. Es krim versi orang Belanda terbuat dari susu dan memiliki tekstur yang lembut. Sayangnya saat itu, masyarakat pribumi tidak mampu membeli susu sapi yang mahal. Namun, keterbatasan bahan baku bukanlah halangan bagi masyarakat untuk berkreasi sehingga masyarakat menggunakan bahan dasar es puter berupa santan. Santan sebagai bahan utama memberikan cita rasa gurih pada es puter dibandingkan rasa manis dan creamy seperti es krim.

Lanjutkan membaca “Sifat Koligatif dalam Si Manisnya Indonesia, Es Puter”

Potensi Minyak Jelantah sebagai Biodiesel Pada Mesin Diesel

Seperti yang kita ketahui, bahwa sumber daya alam tak terbarukan kian lama kian menipis kuantitasnya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari alternatif untuk menggantikan sumber daya alam tak terbarukan itu, seperti minyak bumi dan gas yang kerap kali digunakan untuk bahan bakar mesin salah satunya mesin diesel. Untuk menggantikan solar dari hasil olahan minyak bumi tersebut terciptalah biodiesel, yaitu bahan bakar nabati untuk aplikasi mesin atau motor diesel berupa ester metil asam lemak (fatty acid methyl ester/FAME) yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses esterifikasi dan/atau transesterifikasi. Sumber biodiesel ini ada bermacam-macam, yaitu salah satunya adalah penggunaan minyak jelantah sebagai biodiesel. Minyak jelantah yang merupakan minyak kelapa sawit bekas pakai masak ini dapat ditingkatkan penggunaannya sebagai biodiesel, namun penggunaan biodiesel minyak jelantah secara tunggal ini memiliki beban nitrogen oksida (NOx) yang tinggi. Maka, perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut dari minyak jelantah tersebut, yaitu dengan cara penambahan n-dekanol, nitrogen-doped, dan amino-functionalized multi-walled carbon nanotube.

Lanjutkan membaca “Potensi Minyak Jelantah sebagai Biodiesel Pada Mesin Diesel”

Madu sebagai Antioksidan dan Antibakteri Pencegah Bakteri Jerawat

Sumber : Freepik.com

Madu memiliki aktivitas bakteriostatik dan bakterisida alami sehingga dapat menjadi senyawa aktif sebagai antibakteri terhadap bakteri utama pembentuk jerawat, yaitu Propionibacterium acnes. Dalam hal ini, madu berperan penting dalam bakterisida dan bakteriostatik, seperti antibiotik. Daya antibakteri madu berasal dari kandungan tingginya flavonoid. Mekanisme antibakteri pada madu menggunakan tekanan osmosis madu, keasaman, dan adanya senyawa penghambat flavonoid.

Lanjutkan membaca “Madu sebagai Antioksidan dan Antibakteri Pencegah Bakteri Jerawat”

Pemanfaatan Minyak Bekas menjadi Sabun Organik

Minyak goreng merupakan senyawa gliserida dari berbagai asam lemak yang ada dalam gliserida itu sendiri. Pemanfaatan minyak goreng, baik untuk industri maupun rumah tangga, menghasilkan minyak jelantah yang masih mengandung asam lemak yang cukup tinggi. Minyak ini merupakan minyak bekas yang mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik. Oleh karena itu, pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan.

Lanjutkan membaca “Pemanfaatan Minyak Bekas menjadi Sabun Organik”

Potensi Penggunaan Kulit Pisang dalam Industri Makanan

Sumber : istockphoto.com

Penggunaan bahan alternatif terutama bahan yang berasal dari produk samping pertanian menjadi daya tarik tersendiri di industri makanan karena memiliki nilai ekonomis dan mengandung zat yang baik bagi tubuh. Salah satu bahan alternatif tersebut adalah pisang. Pisang merupakan buah yang produksinya terus meningkat dalam 20 tahun terakhir. Pisang banyak diproduksi di Asia, Amerika Latin, dan Afrika dengan produsen utama, yaitu India pada tahun 2019. Pisang adalah bahan pangan paling umum. Kulit pisang seringkali dibuang begitu saja, padahal kulit pisang dapat diolah menjadi produk yang bernilai dan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan.

Lanjutkan membaca “Potensi Penggunaan Kulit Pisang dalam Industri Makanan”

Nanopartikel Anorganik dalam Industri Kosmetik

Sumber foto : pexels.com

Nanopartikel anorganik merupakan sebutan bagi senyawa anorganik yang memiliki ukuran partikel 1-100 nanometer dan memiliki karakteristik yang memenuhi kebutuhan fungsi pada industri kosmetik. Karakterisasi yang menjadi pertimbangan penggunaan nanopartikel anorganik pada industri kosmetik di antaranya memiliki kemampuan nanocarries, tergolong sebagai zat aktif, dan kemampuan memodifikasi penampilan atau reologi produk akhir. Adapun beberapa kelas nanopartikel anorganik yang sering digunakan dalam industri kosmetik di antaranya, yaitu logam mulia, oksida logam, nanoclays, dan struktur nano mesoporus.

Penggunaan nanopartikel anorganik sebagai bahan aktif dalam formulasi kosmetik memiliki banyak manfaat, seperti mampu memperbaiki tekstur kulit, melindungi kulit dari faktor eksternal, dan berfungsi dalam pembersihan kulit. Beberapa produk kosmetik sangat bergantung pada sifat fisikokimia nanopartikel anorganik untuk mencapai fungsionalitas produk. Nanopartikel anorganik sendiri banyak digunakan dalam produk tabir surya (uv protection) dan produk kosmetik yang mengandung antimikroba.

Lanjutkan membaca “Nanopartikel Anorganik dalam Industri Kosmetik”