Kategori: Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  • Hazard vs Risk: Sama atau Beda?

    Tahukah Kamu?

    Dalam keselamatan proses industri, istilah hazard dan risk sering disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda secara fundamental. Hazard (bahaya) adalah sifat intrinsik yang melekat pada suatu bahan, peralatan, atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kerugian. Misalnya, gas LPG (propana/butana) secara alami bersifat sangat mudah terbakar, sehingga potensi kebakaran atau ledakan akan selalu ada selama zat tersebut masih digunakan. Sebaliknya, risk (risiko) adalah kombinasi antara kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya dan tingkat keparahan dampaknya. Dalam praktiknya, risiko baru muncul ketika manusia berinteraksi dengan hazard tersebut.

    (lebih…)
  • Industri Kimia: Risiko Tersembunyi di Balik Proses

    Tahukah Kamu?

    Sebagian besar kecelakaan kerja di industri kimia disebabkan oleh dua jenis risiko utama. Risiko tipe I mencakup kecelakaan ringan seperti terpeleset, jatuh, kebakaran kecil, dan insiden keamanan minor. Sementara itu, risiko tipe II meliputi kecelakaan besar yang berpotensi menimbulkan bencana, seperti pelepasan bahan berbahaya dalam jumlah besar, kebakaran hebat, dan ledakan.

    Sejumlah peristiwa besar dalam sejarah industri kimia, seperti bencana Flixborough (1974), tragedi gas Bhopal (1984), ledakan kilang Texas City (2005), dan insiden Deepwater Horizon (2010), menunjukkan bahwa kegagalan sistem keselamatan dapat menyebabkan korban jiwa, pencemaran lingkungan, serta kerugian ekonomi yang sangat besar.

    (lebih…)
  • Proyek food estate di Papua dan Kalimantan Tengah meningkatkan laju deforestasi dan degradasi lingkungan.

    Proyek food estate di Papua dan Kalimantan Tengah telah berkontribusi terhadap meningkatnya deforestasi dan degradasi lingkungan secara signifikan. Di Kalimantan Tengah, lebih dari 1.500 hektar lahan gambut telah dibuka untuk budidaya singkong, padahal lahan gambut memiliki peran krusial dalam mitigasi perubahan iklim dengan kemampuan menyerap karbon hingga 20 kali lebih banyak dibandingkan hutan hujan tropis. Penggundulan lahan ini menyebabkan pelepasan karbon sebesar 62,25 metrik ton CO₂ per hektar setiap tahun, yang setara dengan emisi dari pembakaran lebih dari 26.000 liter bahan bakar.

    (lebih…)
  • Smart Water Management: Solusi Modern untuk Banjir Rob di Pekalongan

    Kota Pekalongan tengah dihadapkan pada ancaman serius akibat banjir rob yang semakin memburuk seiring dengan kenaikan permukaan air laut dan penurunan tanah. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat diterapkan adalah Smart Water Management, yaitu sistem drainase cerdas yang menggunakan sensor dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau serta mengatur aliran air secara otomatis. Dengan sistem ini, pengelolaan air dapat dilakukan secara real-time, memungkinkan pengoperasian pompa otomatis saat diperlukan serta mengoptimalkan kapasitas saluran drainase untuk mencegah terjadinya banjir di area perkotaan.

    (lebih…)