Kecil Kecil Cabe Rawit : Mikroalga Sang Penyerap Karbon Ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil telah memicu krisis energi, pencemaran udara, hingga perubahan iklim global. Menariknya, mikroalga mampu menyerap hampir 2 kg COâ‚‚ hanya dari 1 kg biomassa. Hal ini menjadikannya kandidat unggulan sebagai sumber energi hijau.
Setiap tahun dunia memproduksi lebih dari 380 juta ton plastik, namun kurang dari 20% yang berhasil didaur ulang. Sisanya menumpuk di TPA atau hanyut ke lautan, merusak ekosistem, membunuh jutaan biota laut, dan kembali masuk ke rantai makanan kita dalam bentuk mikroplastik.
Frances H. Arnold adalah insinyur kimia pertama yang memenangkan Nobel Kimia secara individu pada tahun 2018. Ia mengembangkan metode directed evolution, yaitu teknik untuk memodifikasi enzim agar mampu bekerja lebih efisien dalam menghasilkan produk kimia tertentu. Berbeda dengan proses konvensional yang sering membutuhkan suhu dan tekanan tinggi, pendekatan ini memungkinkan reaksi berlangsung dalam kondisi yang jauh lebih ringan dan hemat energi.
Industri minyak dan gas (oil & gas) masih menjadi salah satu penyerap terbesar lulusan teknik kimia di dunia, meskipun isu transisi energi semakin menguat? Perusahaan global seperti Saudi Aramco dan ExxonMobil tetap merekrut ribuan insinyur setiap tahun untuk mengelola proses produksi, pemurnian, hingga optimasi energi. Menariknya, kebutuhan ini justru semakin kompleks karena industri tidak hanya dituntut efisien, tetapi juga rendah emisi dan berkelanjutan.
Dalam keselamatan proses industri, istilah hazard dan risk sering disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda secara fundamental. Hazard (bahaya) adalah sifat intrinsik yang melekat pada suatu bahan, peralatan, atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kerugian. Misalnya, gas LPG (propana/butana) secara alami bersifat sangat mudah terbakar, sehingga potensi kebakaran atau ledakan akan selalu ada selama zat tersebut masih digunakan. Sebaliknya, risk (risiko) adalah kombinasi antara kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya dan tingkat keparahan dampaknya. Dalam praktiknya, risiko baru muncul ketika manusia berinteraksi dengan hazard tersebut.