Penulis: hmtk_kinetika

  • Mahasiswi KKN Tematik UNDIP 2022 Membuat Sabun Cuci dari Buah Lerak dan Melakukan Pelatihan Membatik Tulis sebagai Bentuk Pelestarian Budaya di Kampung Jurang Blimbing, Semarang

    Kota Semarang memiliki salah satu kampung kesenian yang ada di Kecamatan Tembalang, yaitu Kampung Jurang Blimbing. Kampung Jurang Blimbing merupakan Kampung Tematik Seni dan Budaya. Nuryania Honesty, mahasiswi KKN Tematik UNDIP 2022 dengan dosen pembimbing lapangan bapak Triyono, S.H., M.Kn melaksanakan dua kegiatan sosialisasi pembuatan sabun cuci dari buah lerak dan pelatihan membatik tulis pada anak-anak di Kampung Jurang Blimbing.

    (lebih…)
  • Buletin KINETIKA November 2022

    Buletin Kinetika bulan November 2022 telah terbit secara online!
    Terdapat dua buah artikel dan satu buah steam bertemakan Pulp and Paper Industry, serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew Kinetika.

    ARTIKEL

    STEAM

    REPORTASE

  • Madu sebagai Antioksidan dan Antibakteri Pencegah Bakteri Jerawat

    Sumber : Freepik.com

    Madu memiliki aktivitas bakteriostatik dan bakterisida alami sehingga dapat menjadi senyawa aktif sebagai antibakteri terhadap bakteri utama pembentuk jerawat, yaitu Propionibacterium acnes. Dalam hal ini, madu berperan penting dalam bakterisida dan bakteriostatik, seperti antibiotik. Daya antibakteri madu berasal dari kandungan tingginya flavonoid. Mekanisme antibakteri pada madu menggunakan tekanan osmosis madu, keasaman, dan adanya senyawa penghambat flavonoid.

    (lebih…)
  • Buletin KINETIKA Oktober 2022

    Buletin Kinetika bulan Oktober 2022 telah terbit secara online!
    Terdapat dua buah artikel dan satu buah steam bertemakan Catalyst, serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew Kinetika.

    ARTIKEL

    STEAM

    REPORTASE

  • Daur Ulang Sampah Kertas menjadi Bahan Baku pada Industri Kertas

    Sumber : Freepik

    Kertas adalah salah satu limbah yang paling banyak dihasilkan oleh kegiatan manusia. Hingga saat ini, jumlah sampah kertas di Indonesia mencapai 12,02%. Kertas terbuat dari selulosa yang berasal dari kayu, yang mana semakin banyak kebutuhan kertas maka semakin banyak kayu yang dibutuhkan. Hal ini mengakibatkan pohon yang ditebang semakin banyak dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Maka dari itu, diperlukan metode daur ulang kertas bekas untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

    (lebih…)