Penulis: hmtk_kinetika

  • Frances H. Arnold: Insinyur Kimia Peraih Nobel yang Mengubah Cara Industri Memproduksi Bahan Kimia

    Tahukah Kamu?

    Frances H. Arnold adalah insinyur kimia pertama yang memenangkan Nobel Kimia secara individu pada tahun 2018. Ia mengembangkan metode directed evolution, yaitu teknik untuk memodifikasi enzim agar mampu bekerja lebih efisien dalam menghasilkan produk kimia tertentu. Berbeda dengan proses konvensional yang sering membutuhkan suhu dan tekanan tinggi, pendekatan ini memungkinkan reaksi berlangsung dalam kondisi yang jauh lebih ringan dan hemat energi.

    (lebih…)
  • Menembus Industri Oil & Gas: Masih Relevankah untuk Teknik Kimia di Era Transisi Energi?

    Tahukah Kamu?

    Industri minyak dan gas (oil & gas) masih menjadi salah satu penyerap terbesar lulusan teknik kimia di dunia, meskipun isu transisi energi semakin menguat? Perusahaan global seperti Saudi Aramco dan ExxonMobil tetap merekrut ribuan insinyur setiap tahun untuk mengelola proses produksi, pemurnian, hingga optimasi energi. Menariknya, kebutuhan ini justru semakin kompleks karena industri tidak hanya dituntut efisien, tetapi juga rendah emisi dan berkelanjutan.

    (lebih…)
  • Hazard vs Risk: Sama atau Beda?

    Tahukah Kamu?

    Dalam keselamatan proses industri, istilah hazard dan risk sering disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda secara fundamental. Hazard (bahaya) adalah sifat intrinsik yang melekat pada suatu bahan, peralatan, atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kerugian. Misalnya, gas LPG (propana/butana) secara alami bersifat sangat mudah terbakar, sehingga potensi kebakaran atau ledakan akan selalu ada selama zat tersebut masih digunakan. Sebaliknya, risk (risiko) adalah kombinasi antara kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya dan tingkat keparahan dampaknya. Dalam praktiknya, risiko baru muncul ketika manusia berinteraksi dengan hazard tersebut.

    (lebih…)
  • Buletin Kinetika Maret 2026

    📢 Buletin Kinetika Edisi Maret 2026
    Telah Terbit!

    ✨ Mengusung tema Processed Food, edisi ini membahas inovasi teknologi pengolahan pangan untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya simpan produk secara modern dan efisien.

    Yuk jelajahi buletinnya dan kenali inovasi di balik processed food! 🍱⚙️

    Artikel: Pemanfaatan teknologi Low Temperature Plasma (LTP) sebagai metode pengolahan pangan ramah lingkungan yang mampu meningkatkan keamanan serta kualitas produk tanpa merusak struktur bahan, melalui mekanisme ion, radikal, dan radiasi.

    Steam: Teknologi High Pressure Processing (HPP) sebagai metode pengawetan non-termal dengan tekanan tinggi yang efektif menonaktifkan mikroorganisme tanpa menurunkan nilai nutrisi, warna, dan cita rasa produk pangan.

    Reportase: Kegiatan Building Organization HMTK 2026 sebagai langkah awal regenerasi kepengurusan yang dikemas melalui rangkaian kegiatan kebersamaan, penguatan visi-misi, serta peningkatan solidaritas antar anggota.

    📢 Bagaimana menurutmu?

    Buletin Kinetika Edisi Maret 2026 telah terbit dengan mengangkat tema Processed Food, menghadirkan berbagai inovasi teknologi pengolahan pangan yang berfokus pada peningkatan kualitas, keamanan, dan efisiensi secara modern.

    Melalui pembahasan seperti pemanfaatan Low Temperature Plasma (LTP) sebagai metode pengolahan ramah lingkungan, hingga teknologi High Pressure Processing (HPP) sebagai pengawetan non-termal yang menjaga nilai nutrisi, edisi ini menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi mampu menjawab tantangan industri pangan saat ini. Tak hanya itu, reportase kegiatan Building Organization HMTK 2026 juga menggambarkan pentingnya kolaborasi dan penguatan organisasi dalam menciptakan lingkungan yang solid dan progresif.

    Sejauh mana mahasiswa teknik dapat mengambil peran dalam perkembangan teknologi pangan ini? Apakah kita hanya menjadi pembaca, atau justru turut menciptakan inovasi yang berdampak?

    Gagasan besar selalu berawal dari keberanian untuk berpikir dan berkontribusi.

    ✍️ Saatnya suaramu menjadi bagian dari cerita berikutnya.
    Kirimkan tulisan, ide, maupun refleksi terbaikmu untuk buletin edisi selanjutnya dan bersama kita wujudkan ruang berbagi yang inspiratif dan berdampak.


    LPM KINETIKA FT UNDIP | Departemen Teknik Kimia | Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

    #KINETIKAONLINE #WeAreKinetika #ProcessedFood #FoodTechnology #LowTemperaturePlasma #HighPressureProcessing #TeknikKimiaUNDIP

  • PRESS RELEASE: WE ARE KINETIKA 2026

    WE ARE KINETIKA 2026 merupakan suatu acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kinetika. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 dengan mengusung tema “Smart Renewable Energy System untuk Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Era Industri 5.0.” Acara ini bertempat di Enviro Hall, Gedung Teknik Komputer Lantai 5, Universitas Diponegoro. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan Majalah Kinetika Edisi LXVI yang mengangkat tema Sustainable Energy, sekaligus memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa serta masyarakat mengenai pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan di era Industri 5.0.

    Sebelum rangkaian talk show dimulai, terlebih dahulu diselenggarakan Poster Competition yang ditujukan bagi siswa SMA. Dalam kompetisi ini, sepuluh finalis terpilih mempresentasikan poster yang telah mereka buat di Ruang Kelas B.3.2 Departemen Teknik Kimia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menyampaikan gagasan dan inovasi terkait energi berkelanjutan serta isu lingkungan.

    Setelah kegiatan kompetisi poster selesai, acara dilanjutkan dengan Talk Show WE ARE KINETIKA 2026 yang berlangsung pada pukul 12.30–16.35 WIB di Enviro Hall. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak panitia dan perwakilan Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro.

    Memasuki acara inti, para narasumber menyampaikan materi yang berkaitan dengan pengembangan energi terbarukan dan perannya dalam mendukung pencapaian SDGs. Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Dr. techn. Asep Muhammad Samsudin, S.T., M.T., Nugroho Hutomo Santosa, S.T., serta Ikbal Alexander. Setiap narasumber memaparkan pandangan dan pengalaman mereka mengenai inovasi serta implementasi sistem energi terbarukan yang berkelanjutan di era Industri 5.0.

    Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan para narasumber. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta berdiskusi mengenai topik yang telah dipaparkan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam mengikuti sesi diskusi tersebut.

    Di akhir acara, dilakukan penyerahan apresiasi kepada para narasumber dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Acara kemudian ditutup oleh MC. Secara keseluruhan, WE ARE KINETIKA 2026 berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons yang positif dari para peserta. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya semakin mengenal Majalah Kinetika Edisi LXVI, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya pengembangan sistem energi terbarukan dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di era Industri 5.0.

    Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, yaitu Lembaga Penjamin Simpanan, PT Wilmar Nabati Indonesia, Hutama Karya, PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atas dukungan yang telah diberikan sehingga WE ARE KINETIKA 2026 dapat terselenggara dengan baik dan lancar.