Penulis: hmtk_kinetika

  • 🌱Biofuel Mikroalga: Energi Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan!

    Kecil Kecil Cabe Rawit : Mikroalga Sang Penyerap Karbon Ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil telah memicu krisis energi, pencemaran udara, hingga perubahan iklim global. Menariknya, mikroalga mampu menyerap hampir 2 kg CO₂ hanya dari 1 kg biomassa. Hal ini menjadikannya kandidat unggulan sebagai sumber energi hijau.

    (lebih…)
  • Buletin Kinetika September 2025

    Artikel

    Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Teknologi ini mampu menangkap hingga 90% emisi CO₂ dari pembangkit listrik maupun industri, lalu menyimpannya secara aman di bawah tanah. Dengan CCS, Indonesia tidak hanya dapat menekan emisi gas rumah kaca, tapi juga memperpanjang umur infrastruktur energi, menekan biaya listrik, serta membuka peluang kerja baru.

    Meski menghadapi tantangan regulasi dan kesadaran publik, potensi penerapan CCS di Indonesia mulai dari Lapangan Gundih hingga Cekungan Natuna menjadi langkah strategis menuju masa depan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

    Steam

    Carbon Capture and Storage (CCS) hadir sebagai solusi transisi energi yang bukan hanya menekan emisi CO₂, tapi juga membuka peluang baru bagi pemanfaatan energi dan industri. Lewat berbagai pendekatan seperti post-combustion, pre-combustion, hingga oxyfuel combustion, teknologi ini memungkinkan pemisahan dan penyimpanan CO₂ secara efisien untuk mendukung target Net Zero Emission.

    Lebih dari sekadar teknologi pengendali polusi, CCS bahkan dapat diintegrasikan dengan bioenergi (BECCS) untuk menghasilkan negative emission, atau dimanfaatkan sebagai bahan baku kimia dan peningkatan produksi energi. Meski tantangan biaya, infrastruktur, dan kebijakan masih besar, CCS tetap dipandang sebagai jembatan strategis menuju masa depan energi rendah karbon yang berkelanjutan.

    Reportase

    Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2025 resmi menjadi penutup rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru Universitas Diponegoro. Acara ini dimeriahkan dengan mozaik, parade UKM dan organisasi daerah, drama musikal, orasi, hingga penampilan bintang tamu Cinta Laura yang membagikan inspirasi tentang pengembangan diri.

    Lebih dari sekadar orientasi, ODM 2025 menjadi momentum mahasiswa baru untuk bertransformasi menjadi pribadi kritis, kreatif, dan aktif di kampus. Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, ODM juga menjadi wadah mempererat solidaritas antar mahasiswa sekaligus membuka jalan menuju perjalanan akademik yang penuh semangat.

    (lebih…)
  • Chemical Upcycling: Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Tinggi!

    Tahukah kamu?

    Setiap tahun dunia memproduksi lebih dari 380 juta ton plastik, namun kurang dari 20% yang berhasil didaur ulang. Sisanya menumpuk di TPA atau hanyut ke lautan, merusak ekosistem, membunuh jutaan biota laut, dan kembali masuk ke rantai makanan kita dalam bentuk mikroplastik.

    (lebih…)
  • Buletin Kinetika Maret 2025

    Buletin Kinetika bulan Maret 2025 telah terbit secara online!
    Terdapat satu buah artikel dan satu buah steam bertemakan Food Technology serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew kinetika.

    ARTIKEL

    STEAM

    REPORTASE

  • Mengenal CRISPR: Inovasi Penyuntingan Gen

    Kemajuan dalam rekayasa genetika telah melahirkan teknologi CRISPR, sebuah terobosan yang memungkinkan peneliti mengedit DNA hampir semua organisme dengan presisi tinggi. CRISPR, kepanjangan dari Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats, awalnya ditemukan sebagai sistem pertahanan bakteri terhadap virus. Teknologi ini memungkinkan bakteri “mengingat” virus yang menyerangnya dan memotong DNA virus tersebut untuk menonaktifkannya. Kini, CRISPR telah berkembang menjadi alat revolusioner dalam penelitian genetik, membantu mengidentifikasi penyebab penyakit serta membuka peluang baru dalam terapi gen.

    (lebih…)