
Buletin Kinetika bulan April 2022 telah terbit secara online!
Terdapat dua buah artikel dan satu buah steam bertemakan K3 in Factories, serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew Kinetika.
ARTIKEL


STEAM

REPORTASE


Buletin Kinetika bulan April 2022 telah terbit secara online!
Terdapat dua buah artikel dan satu buah steam bertemakan K3 in Factories, serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew Kinetika.
ARTIKEL


STEAM

REPORTASE


Nanopartikel anorganik merupakan sebutan bagi senyawa anorganik yang memiliki ukuran partikel 1-100 nanometer dan memiliki karakteristik yang memenuhi kebutuhan fungsi pada industri kosmetik. Karakterisasi yang menjadi pertimbangan penggunaan nanopartikel anorganik pada industri kosmetik di antaranya memiliki kemampuan nanocarries, tergolong sebagai zat aktif, dan kemampuan memodifikasi penampilan atau reologi produk akhir. Adapun beberapa kelas nanopartikel anorganik yang sering digunakan dalam industri kosmetik di antaranya, yaitu logam mulia, oksida logam, nanoclays, dan struktur nano mesoporus.
Penggunaan nanopartikel anorganik sebagai bahan aktif dalam formulasi kosmetik memiliki banyak manfaat, seperti mampu memperbaiki tekstur kulit, melindungi kulit dari faktor eksternal, dan berfungsi dalam pembersihan kulit. Beberapa produk kosmetik sangat bergantung pada sifat fisikokimia nanopartikel anorganik untuk mencapai fungsionalitas produk. Nanopartikel anorganik sendiri banyak digunakan dalam produk tabir surya (uv protection) dan produk kosmetik yang mengandung antimikroba.
(lebih…)
Buletin Kinetika bulan Februari 2022 telah terbit secara online!
Terdapat tiga buah artikel dan satu buah steam bertemakan Pharmaceutical Industry, serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew Kinetika.

Enkapsulasi ialah suatu proses yang bertujuan untuk menjaga sifat kimia, fisik, maupun biologis suatu senyawa dengan cara melapisinya dengan sebuah bahan penyalut. Penggunaan enkapsulasi juga memiliki manfaat, seperti penanganan bahan aktif menjadi lebih mudah, meningkatkan stabilitas produk, meningkatkan keamanan bahan, dan menciptakan tampilan yang lebih baik. Beberapa bahan aktif yang memerlukan proses enkapsulasi antara lain enzim, sel hidup, senyawa bioaktif, minyak ikan, minyak sayur, dan minyak atsiri.
(lebih…)
Timah putih di alam dijumpai dalam bentuk cebakan primer dan sekunder. Cebakan sekunder merupakan sumber daya utama, yaitu berupa cebakan letakan terdapat pada tanah residu dari cebakan primer, dan berupa cebakan aluvial darat maupun lepas pantai. Pengusahaan timah putih telah berlangsung ratusan tahun, dengan meninggalkan wilayah bekas tambang yang umumnya sampai saat ini maasih diusahakan kembali oleh masyarakat maupun pelaku usaha pertambangan sekala kecil maupun besar. Indonesia sebagai negara eksportir timah putih terbesar di dunia, berpeluang untuk menjadi pengendali harga timah di pasar dunia. Pemanfaatan timah putih untuk konsumsi domestik yang lebih besar akan memberikan nilai tambah berganda dan efek berganda terhadap pertumbuhan industri di dalam negeri dan penyediaan lapangan kerja. Sehingga manfaat timah putih sendiri beragam di kalangan industri yaitu sebagai berikut.
(lebih…)