Teknik dan Aplikasi Teknologi Enkapsulasi

Infografis by Ardeliana

Enkapsulasi ialah suatu proses yang bertujuan untuk menjaga sifat kimia, fisik, maupun biologis suatu senyawa dengan cara melapisinya dengan sebuah bahan penyalut. Penggunaan enkapsulasi juga memiliki manfaat, seperti penanganan bahan aktif menjadi lebih mudah, meningkatkan stabilitas produk, meningkatkan keamanan bahan, dan menciptakan tampilan yang lebih baik. Beberapa bahan aktif yang memerlukan proses enkapsulasi antara lain enzim, sel hidup, senyawa bioaktif, minyak ikan, minyak sayur, dan minyak atsiri.

Enkapsulasi dapat dilakukan dengan berbagai teknik baik dengan menggunakan metode kimia maupun fisika. Teknik enkapsulasi dengan metode kimia yang pertama adalah koaservasi. Pada metode ini enkapsulasi dibuat melalui pembentukan koaservat yang melibatkan mekanisme pemisahan fase cair-cair dari larutan encer menjadi fase kaya polimer dan fase miskin polimer. Enkapsulasi dengan metode kimia berikutnya adalah ko-kristalisasi dengan sukrosa sebagai bahan penyalut. Metode ini dilakukan dengan penambahan bahan aktif ke sirup sukrosa super jenuh sehingga terjadi nukleasi campuran bahan inti dan sukrosa. Sedangkan untuk metode fisika, teknik yang sering digunakan ialah spray drying. Selain menghasilkan enkapsul dengan biaya produksi yang rendah, metode ini memiliki produktivitas yang tinggi, tetapi memiliki batasan kemungkinan terjadinya degradasi termal. Teknik enkapsulasi dengan metode fisik selanjutnya adalah teknologi spray cooling yang berbasis pada atomisasi dari campuran (mengandung material inti dan penyalut) di dalam chamber dengan suhu di bawah titik leleh dari penyalut enkapsulasi dengan metode fisik juga bisa dilakukan dengan proses freeze drying. Prinsip dasar dari freeze drying adalah pengeringan dengan suhu rendah dan tekanan vakum.

Saat ini produk enkapsulasi dapat dijumpai di berbagai bidang. Dari bidang farmasi, industri makanan, pertanian, hingga bidang kosmetik. Penerapan enkapsulasi pada industri makanan dilakukan untuk melindungi sifat organoleptik seperti warna, rasa, dan bau dari substansi yang akan dienkapsulasi, meningkatkan kestabilan zat aditif, penyembunyian rasa yang atau bau yang kurang baik, mempermudah penanganan perisa, menambahkan efek visualisasi atau tekstur baru, dan mengontrol pelepasan aroma. Teknik enkapsulasi juga digunakan di bidang pertanian untuk mengenkapsulasi pestisida, pupuk, dan produk agrokimia lainnya yang dapat memberikan kontrol yang presisi terhadap kondisi dari pelepasan senyawa aktif. Dalam bidang kosmetik, teknik enkapsulasi digunakan untuk meningkatkan stabilitas senyawa aktif yang tidak stabil dan sensitif terhadap suhu, pH, cahaya, dan oksidasi. Enkapsulasi dapat menjadi solusi tepat untuk memperbaiki atau meningkatkan manfaat dari suatu substansi. Maka dari itu enkapsulasi menjadi sangat berguna di berbagai bidang dengan berbagai aplikasi.


Sumber: distilat.polinema.ac.id http://distilat.polinema.ac.id/index.php/distilat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *