Mahasiswa Undip Berhasil Menciptakan Katalis Biodiesel KAFOSTA (Katalis Fosfat Alam) dari Batuan Fosfat

Tiga mahasiswa Teknik Kimia UNDIP berhasil mengembangkan KAFOSTA (Katalis Fosfat Alam). KAFOSTA memanfaatkan batuan fosfat yang diperoleh dari daerah Sukolilo, Pati, Jawa Tengah untuk memproduksi biodiesel pengganti bahan bakar solar yang ramah lingkungan dengan bahan dasar minyak jelantah. Tiga mahasiswa tersebut adalah Permadi Wisnu Aji Wardani, Murest Patra Patriosa dan Jovita Cahyonugroho dengan dosen pembimbing Prof. Dr. Widayat, S.T., M. T.

Indonesia masih perlu mengimpor solar untuk memenuhi kebutuhan industri maupun transportasi, sedangkan bahan bakar fosil diperkirakan akan habis dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Sehingga diperlukan energi terbarukan yaitu biodiesel. Dalam pembuatan biodiesel diperlukan katalis untuk mengarahkan reaksi pembuatan bahan bakar tersebut.

Katalis untuk pembuatan biodiesel bisa menggunakan bahan baku cangkang telur, tulang hewan, cangkang moluska, dan batuan fosfat. Batuan fosfat dipilih sebagai bahan baku karena sebelumnya belum banyak yang menggunakan batuan fosfat dalam proses pembentukan katalis. Disisi lain batuan fosfat memiliki kelebihan lain yaitu harganya murah, luas permukaan besar, kapasitas adsorpsi besar, dan tidak beracun.

Berdasarkan penelitian terdahulu biodiesel diproduksi melalui reaski esterifikasi dan transesterifikasi dengan katalis yang berbeda. Dalam penelitian ini, digunakan reaksi esterifikasi-transesterifikasi secara simultan dengan katalis yang sama (KAFOSTA)  sehingga dapat menurunkan ongkos dari produksi biodiesel tersebut.

Dengan adanya inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual batuan fosfat di daerah Sukolilo, Pati, Jawa Tengah dan dapat memberi solusi  untuk permasalahan mahalnya harga katalis di industri pembuatan biodiesel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *