Penulis: hmtk_kinetika

  • SLORESIL: SLOW RELEASE UREA DENGAN ENKAPSULASI

    Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang banyak mengonsumsi pupuk organik dan salah satunya adalah pupuk urea CO(NH2)2. Pada tahun 2015, total permintaan pupuk organik Indonesia mencapai 13 juta ton (Musaad, 2018). Tingginya permintaan pupuk urea dikarenakan pupuk urea memiliki unsur penting yaitu nitrogen (N).

    (lebih…)

  • “SIROSMEN” Semen Ringan dari Limbah Silika sebagai Insulator Termal Bangunan Masa depan

    Salah satu material yang berperan sangat penting dalam konstruksi bangunan adalah semen. Namun, beton dari semen pada umumnya memiliki kelemahan, yaitu daya hambat hantar panas yang rendah, sehingga akan menyebabkan ruangan dalam suatu bangunan dari beton menjadi panas ketika siang hari akibat perpindahan kalor dari panas matahari menuju ke dalam ruangan. Selain itu menyebabkan konsumsi energi semakin meningkat ketika bangunan itu digunakan melalui ventilasi udara, sistem pemanas, dan pendingin ruangan.

    (lebih…)

  • Buletin KINETIKA Mei 2019

    Buletin Kinetika bulan Mei 2019 telah terbit secara online!
    Terdapat tiga buah artikel, satu buah reportase dinamika kampus, dan satu buah steam bertemakan Clean Production yang dibuat oleh crew Kinetika.

    (lebih…)

  • Bahaya! Ini 5 Tanda-tanda Penggumpalan Darah di Otak

    Otak merupakan bagian organ tubuh manusia yang sangat penting. Jika terjadi sesuatu pada otak, maka dapat mempengaruhi organ tubuh lainnya, salah satunya bila terjadi pembekuan darah.Penggumpalan darah yang terjadi di otak bisa berakibat sangat fatal. Gumpalan darah di otak bisa terjadi karena luka, sirkulasi darah yang buruk, masalah jantung, dan penuaan dini. Tanda-tanda apa saja yang menunjukkan penggumpalan darah dalam otak ?

    (lebih…)

  • “POTARO” (Potato Aeroponic) Mini sebagai Jembatan Peralihan Teknologi Pertanian Modern

    Di masa mendatang, teknologi pertanian modern akan masuk pasar Indonesia dan berdampak metode pertanian konvensional pelahan-lahan ditinggalkan. Tak dapat dipungkiri, ada beberapa faktor yang mempercepat peralihan teknologi ini, seperti: terus menurunnya minat pemuda untuk menjadi petani, lahan pertanian yang terus berkurang, perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi, hingga faktor-faktor unggulan dari teknologi itu sendiri yang seakan menjawab permasalahan yang ada di lingkup pertanian spesifik.

    (lebih…)