Simulator Panel Surya Ekonomis untuk Pengujian MPPT

Sumber : dev.jurnal.ugm.ac.id

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis energi khususnya minyak bumi yang terjadi sejak tahun 1970-an mendapat perhatian yang cukup besar dari banyak negara di dunia. Disamping jumlahnya yang tidak terbatas, pemanfaatannya juga tidak menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan. Namun, memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi alternatif membutuhkan investasi awal yang besar.

Untuk mengurangi biaya keseluruhan sistem panel surya, perlu dilakukan pemanfaatan daya panel surya semaksimal mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT). MPPT adalah titik operasi pada panel surya yang menghasilkan daya output maksimum. Daya output maksimum tergantung pada intensitas radiasi, suhu sekitar, dan impedans beban.

Simulator panel surya yang ekonomis tetapi bisa beroperasi dengan kebutuhan pengujian metode Maximum Power Point Tracking (MPPT), khususnya untuk kondisi berbayang sebagian. Simulator terdiri atas power supply DC dan panel surya. Simulator bekerja untuk menghasilkan karakteristik panel surya tanpa tergantung pada iluminasi buatan maupun sinar matahari. Simulator dapat mewakili kondisi iradiasi yang diinginkan melalui pengaturan power supply DC. Pengujian dilakukan untuk meniru karakteristik panel surya dengan kondisi iradiasi Standard Test Conditions (STC) maupun pada kondisi iradiasi bervariasi.

Pengujian dilakukan untuk melakukan simulasi iradiasi yang bervariasi dari 200-1.000 W/m2. Untuk menghasilkan karakteristik panel surya pada kondisi berbayang sebagian, digunakan dua unit power supply DC dan dua panel surya. Masing-masing panel surya disimulasikan menerima iradiasi matahari yang berbeda akibat berbayang sebagian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa simulator dapat menirukan karakteristik solar panel pada kondisi berbayang sebagian yang ditandai dengan terjadinya lebih dari satu nilai daya maksimum. Lebih jauh, simulasi kondisi berbayang sebagian juga dilakukan pada kondisi iradiasi bervariasi yang ditandai dengan nilai daya maksimum yang bervariasi.


Sumber : dev.jurnal.ugm.ac.id https://dev.jurnal.ugm.ac.id/v3/JNTETI/article/download/117/24/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *