Mengenal Lebih Dalam Vaksin AstraZeneca

Sumber: www.bloomberg.com

AstraZeneca merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia. AstraZeneca tidak mengandung virus SARS-CoV-2 hidup sehingga tidak dapat menularkan Covid-19. Namun, di dalam vaksin ini terdapat kode genetik untuk virus SARS-CoV-2 yang disebut spike protein. Spike protein ini dimasukkan ke dalam virus pembawa flu yang tidak berbahaya yaitu Adenovirus. Hal ini bertujuan agar sel-sel tubuh dapat membaca dan membuat salinan spike protein yang nantinya akan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus SARS-CoV-2. Selain itu, Adenovirus yang akan digunakan telah dimodifikasi sehingga tidak dapat mereplikasi setelah berada di dalam sel-sel tubuh. Hal ini bertujuan agar Adenovirus tidak dapat menyebar ke sel lain dan menyebabkan infeksi. 

Dari beberapa penelitian dan uji klinis yang telah dilakukan, AstraZeneca terbukti efektif dalam mencegah Covid-19 pada orang berusia diatas 17 tahun. Orang yang mendapatkan dua dosis vaksin AstraZeneca memiliki kemungkinan terjangkit Covid-19 lebih kecil 62-70% dibandingkan dengan orang yang tidak mendapatkan vaksin tersebut. Perlindungan terhadap Covid-19 baru dimulai sekitar 3 minggu setelah dosis pertama. Dosis pertama hanya dapat memberikan perlindungan untuk jangka pendek sekitar 12 minggu. Dosis kedua diberikan untuk meningkatkan antibodi sehingga durasi perlindungan menjadi lebih lama. Hingga saat ini, para ilmuwan belum bisa memastikan berapa lama waktu perlindungan dari vaksin AstraZeneca akan berlangsung setelah mendapatkan dua dosis.

Pada uji klinis yang dijelaskan di atas, vaksin tampaknya lebih efektif bila setiap orangnya menerima dua dosis vaksin. Namun, seperti yang tertulis pada pembahasan di atas di mana tingkat keefektifan vaksin ini hanya 62-70% sehingga akan tetap ada kemungkinan untuk terjangkit Covid-19 setelah vaksinasi. Bahkan, apabila orang yang telah menerima vaksin tidak bergejala atau hanya mengalami gejala ringan, mereka masih bisa menyebarkannya virus SARS-CoV-2 kepada orang lain. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan, dan memakai masker. Selain itu, diharapkan juga untuk rutin menjalani swab/PCR test dan melakukan karantina atau isolasi mandiri sesuai anjuran dari pemerintah setempat.

Sebelum melakukan vaksinasi, setiap orang wajib melakukan tes kesehatan yang bertujuan untuk meminimalisasi efek samping yang dapat ditimbulkan oleh vaksin. Setiap vaksin yang tersebar masih terus diteliti oleh para ilmuwan sehingga masih ada potensi bahwa vaksin tersebut memiliki efek samping. Maka dari itu, tes kesehatan sangatlah diperlukan agar tubuh benar-benar siap untuk menerima vaksin. Meskipun sampai saat ini vaksin AstraZeneca diklaim aman untuk orang-orang yang rentan seperti para manula, ibu hamil, dan orang-orang yang mempunyai penyakit kekebalan imun. Jika setelah vaksinasi timbul gejala-gejala yang sekiranya membahayakan, diharapkan untuk segera menghubungi rumah sakit atau klinik terdekat untuk ditindak lebih lanjut, karena bisa jadi hal tersebut merupakan efek samping dari vaksin yang diterima. Oleh karena itu, untuk menghindari hal ini terjadi dianjurkan untuk melakukan tes kesehatan sebelum melakukan vaksinasi dan selalu menjalankan protokol kesehatan.


Sumber: health.gov.au http://www.health.gov.au/covid19-vaccines

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *