Internet Penghangat Kota

Ketika kita mengakses situs-situs di internet, seluruh aktivitas maya yang kita lakukan tidak hanya terbang melayang di udara dan terkondensasi di awan. Namun semuanya tersambung dengan server-server besar yang saling terhubung dalam kabel di menara raksasa yang dikenal sebagai pusat data.

Stockholm adalah kota terbesar yang ada di Swedia, dengan 27% penduduknya merupakan imigran, Stockholm menjadi salah satu pusat budaya, media, politik, dan ekonomi Swedia. Penduduknya pun pasti kerap menggunakan akes internet dalam kegiatan sehari-hari.

Salah satu pusat data di Stockholm, memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh komputer-komputer sebagai energi yang dapat menghangatkan rumah-rumah penduduk. Awalnya mereka menggunakan kipas angin dan air dingin untuk mencegah panasnya komputer yang berlebihan, namun yang terjadi adalah panas tersebut hanya disia-siakan untuk dibuang. Padahal komputer-komputer beroperasi selama 24 jam, setiap hari, setiap minggu. Dapat dibayangkan seberapa besar panas yang dapat disimpan sebagai energi.

Dibuatlah proyek “Stockholm Data Parks”, yang bekerjasama dengan pemerintah kota, agensi pemanas dan pendingin lokal Fortum Värme, dan beberapa pusat data di Stockholm seperti Ericsson. Cara kerjanya dengan menggunakan air dingin sebagai umpan yang masuk ke pusat data melalui pipa, dimana air ini digunakan untuk menjaga server agar tidak terlalu panas. Air yang telah menerima panas dari pendinginan server tersebut kemudian masuk ke pipa yang terhubung dengan pabrik Fortum dimana pendistribusian panas dilakukan.

Penerapan ide ini juga sudah ada di Finlandia sejak tahun 2016 dalam skala kecil, namun Swedia yang membuatnya dalam skala besar hingga menjangkau seluruh wilayah di negara ini. Stockholm Data Parks berharap dapat menghasilkan panas yang dapat menghangatkan 2500 apartemen pada 2018, dan memenuhi 10% kebutuhan panas kota Stockholm tahun 2035.

Menurut Björn Hugosson, pemantau iklim kota, Swedia telah mengembangkan ide terknologi ‘terhijau’ dikarenakan minimnya sumber bahan bakar alami seperti tambang batu bara atau minyak bumi di negara itu.

Sumber: BBC.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *