Fakta Menarik tentang Corona Virus Disease (Covid-19)

Dunia sedang digemparkan dengan munculnya coronavirus yang merupakan jenis baru dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2  (SARS-CoV-2). Coronavirus merupakan virus RNA strain tunggal positif, berkapsul, dan tidak bersegmen. Virus ini menyebabkan penyakit berat pada hewan ternak. Kelelawar, tikus bambu, unta, dan musang merupakan host yang biasa ditemukan untuk coronavirus. Menurut Relman (2020) transmisi pneumonia ini dapat menular dari manusia-manusia. Setelah terjadi transmisi, virus masuk ke saluran pernapasan atas kemudian bereplikasi di sel epitel saluran napas atas. Setelah itu menyebar ke saluran napas bawah. Penyakit Covid-19 berasal dari kota Wuhan, Tiongkok. Karena adanya kebiasanya masyarakat mengonsumsi hewan-hewan tersebut, penularan virus ini cepat menyebar melalui interaksi sesama manusia.

Saat ini sudah ada 65 negara yang terkonfirmasi terjangkit virus corona. Menurut WHO per tanggal 7 Mei 2020 jumlah penderita 3.672.270 terinfeksi Covid-19. Sampai sekarang penyakit tersebut sudah dapat disembuhkan melalui tindakan medis meskipun belum ditemukan vaksin yang tepat. Tidak menutup kemungkinan tingginya risiko kematian dari virus tersebut. Kasus kematian banyak terjadi pada orang tua dan anak kecil dikarenakan kurangnya imunitas tubuh. Jumlahnya akan terus bertambah apabila kita tidak mengindahkan anjuran dari pemerintah. Masa inkubasi sampai muncul penyakit ini sekitar 3-7 hari. Infeksi Covid-19 menunjukkan gejala klinis berupa demam (suhu>38°C), batuk, dan kesulitan bernapas.

Seseorang yang mengalami gejala demam dan baru berpergian dari tempat yang sudah terjangkit virus ini disebut orang dalam pengawasan (ODP). Apabila seseorang mengalami demam lebih dari 38°C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan infeksi pernapasan akut dengan tingkat keparahan ringan sampai berat disebut pasien dalam pengawasan (PDP). Kasus probable merupakan pasien dalam pengawasan yang telah diperiksa untuk Covid-19 namun tidak dapat dinyatakan hasilnya terkonfirmasi positif pan-coronavirus. Adapun kasus terkonfirmasi yaitu seseorang yang secara laboratorium telah terkonfirmasi Covid-19.

Usaha preventif yang dapat dilakukan adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan melakukan sterilisasi secara berkala terhadap barang yang sering dipegang, menggunakan masker apabila berpergian keluar rumah, mengurangi kontak langsung dengan orang, jaga pola hidup sehat, dan hindari kerumunan orang. Pemerintah juga mencanangkan kebijakan work from home (WFH) dan PSBB di beberapa tempat. Apabila menunjukkan gejala klinis maka melakukan isolasi diri agar tidak menularkan ke orang lain sehingga rantai virus ini dapat terputus secara cepat.


Sumber : wellness.journalpress.id https://wellness.journalpress.id/wellness/article/view/21026/pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *