
Pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda memaksa pemberlakuan berbagai kebijakan pemerintah mulai dari PSBB hingga PPKM yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab dari penyakit COVID-19. Pemberlakuan peraturan tersebut memaksa masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan guna melindungi diri sendiri dan orang lain. Mengingat masih banyaknya kebutuhan berkegiatan di luar rumah menjadikan penggunaan produk sanitasi menjadi vital. Namun, kebutuhan akan penggunaan produk sanitasi tidak diimbangi dengan terjangkaunya harga dari produk sanitasi itu sendiri. Alih-alih patuh protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dengan menggunakan produk sanitasi, masyarakat cenderung untuk tak menggunakannya karena dirasa tidak ekonomis. Padahal, produk sanitasi masih menjadi salah satu komponen penting dalam penegakan protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19. Melihat hal tersebut, kelima Mahasiswa Universitas Diponegoro menciptakan kolaborasi kepentingan antara pentingnya penggunaan produk sanitasi dengan pemanfaatan limbah organik yang kini kian meningkat di lingkungan masyarakat. Hal inilah yang mendasari penciptaan berbagai produk sanitasi yang lahir dari pemanfaatan limbah organik.
(lebih…)


