
Dewasa ini, produksi minyak bumi terus menurun, berbanding terbalik dengan konsumsi minyak bumi yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Seperti kita ketahui bersama, konsumsi minyak bumi Indonesia mencapai 1,6 juta barel atau 254 liter minyak per hari. Tentu saja ketidakseimbangan ini harus segera diselesaikan. Salah satunya penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan bantuan surfaktan SLS untuk mendapatkan sisa minyak di sumur-sumur tua. Namun mahalnya harga surfaktan SLS menyebabkan surfaktan ini jarang digunakan.
Dihadapkan dengan permasalahan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang Riset Eksakta Universitas Diponegoro, yang terdiri dari Rosemerry Fatmawati sebagai ketua tim (Teknik Kimia 2018), Jesse Michelle Pornomo (Teknik Kimia 2019), Yang, Felicia Shannen Santoso (Teknik Kimia 2019), Rebekka Kristin Panjaitan (Teknik Kimia 2019), dan Sylvia Arnetha Pebriyanti (Teknik Kimia 2019), dengan didampingi oleh Prof. Dr. Ir. Bambang P., MS, berinovasi dengan memanfaatkan limbah black liquor dari lignin menjadi surfaktan Sodium Lignosulfonat (SLS) yang memiliki karakteristik menyerupai surfaktan SLS komersial guna memenuhi kebutuhan surfaktan sebagai upaya meningkatkan produksi minyak di Indonesia dengan teknologi EOR.
(lebih…)


