Kategori: Infografis

  • 3 Pemanfaatan Pupuk Organik pada Industri Pertanian

    Infografis by Fariz Herfyansyah

    Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dewasa ini sudah biasa digunakan petani untuk memperbaiki produktivitas tanah. Perkembangan usaha tani ternak yang mempunyai prospek cukup baik memperkaya alternatif pengadaan pupuk kandang seperti kotoran sapi, kambing, dan ayam. Pupuk atau bahan organik tanah merupakan sumber nitrogen tanah yang utama. 

    Fungsi pupuk organik di dalam tanah terbagi menjadi tiga kelompok yakni fungsi fisika, kimia, dan biologi. Ke tiga fungsi ini akan mempengaruhi kehidupan tanaman untuk dapat tumbuh normal dan berproduksi secara optimal. Jenisnya dapat berupa kompos, pupuk kandang, sisa panen (jerami, sabut kelapa, dan tongkol jagung), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, limbah kota, dan sebagainya. Kualitas pupuk organik sangat bervariasi, tergantung dari bahan dasar penyusunnya, yang dicirikan oleh kandungan hara, bahan beracun, patogen, benih gulma, dan kematangan bahan organik tersebut. Berikut beberapa bentuk pemanfaatan pupuk organik pada industri pertanian organik dan lingkungan berkelanjutan.

    (lebih…)
  • Mengenal Micellar Water

    Infografis by Laurentia Reina

    Siapa yang tidak mengetahui micellar water? Bagi kalangan wanita, micellar water kerap kali digunakan untuk membersihkan wajah maupun make up. Komponen utama dari micellar water adalah air, sehingga produk ini menawarkan konsumen untuk membersihkan wajah tanpa harus ke kamar mandi dan memakai sabun pencuci muka.

    (lebih…)
  • 3 Aplikasi Teknologi Polimer di dalam Berbagai Industri

    Infografis byDesita Rachmawanti

    Polimer dalam berbagai bentuk sudah dimanfaatkan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Polimer tersebut diantaranya dalam bentuk damar, permen karet, aspal dan minyak. Pada tahun 1830, proses vulkanisasi mulai dikembangkan oleh Charles Goodyear yang berhasil memproduksi karet alami. Di tahun inilah polimer semakin berkembang yang didukung dengan keberhasilan komersialisasi celluloid dengan diperkenalkannya polysterene, nilon, vinyl, dan neoprene. Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan besar dalam bidang kimia telah mendapatkan keuntungan dalam mengembangkan teknologi biopolimer yang digunakan untuk pembuatan produk dari sumber daya terbarukan. Wol, karet, kapas, dan berbagai bentuk plastik merupakan aplikasi dari polimer yang sudah dimanfaatkan hampir semua industri. Namun, untuk plastik sintetis masih sulit tergantikan secara total oleh bahan biodegradable. Berikut aplikasi polimer dalam dunia industri.

    (lebih…)
  • 3 Bahan Alternatif dalam Pembuatan Plastik Biodegradable

    Infografis by Fanishafira Aulia Ardani

    Plastik merupakan bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Hampir semua produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan plastik. Hal tersebut dikarenakan plastik memiliki banyak keunggulan seperti ringan, kuat, transparan, tahan air, dan harganya terjangkau. Namun, pemanfaatan plastik harus diperhatikan mengingat limbah yang dihasilkannya sulit untuk terurai di alam. Penggunaan plastik yang tak terkendali akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.

    Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan plastik konvensional, telah dikembangkan plastik biodegradable. Plastik biodegradable secara umum merupakan pembungkus kemasan yang dapat didaur ulang dan dapat dihancurkan secara alami. Plastik biodegradable dibuat menggunakan bahan dasar yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui seperti tumbuhan dan hewan. Bahan yang digunakan banyak terdapat di sekitar kita yaitu bahan yang mengandung pati, selulosa, protein, kitosan, dan hemiselulosa. Berikut adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk membuat plastik biodegradable.

    (lebih…)
  • Kitosan sebagai Koagulan pada Limbah Cair Industri Pangan

    Infografis by Desita Rachmawanti

    Industri pangan merupakan salah satu industri yang menghasilkan produk buangan berupa limbah cair. Dalam operasional produksinya, industri ini menggunakan bahan pewarna. Limbah cair industri ini diketahui mengandung warna yang cukup pekat sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan ini bertujuan agar tidak menimbulkan pencemaran di lingkungan yang menjadi tempat pembuangan limbah cair berwarna tersebut.

    (lebih…)