3 Bahan Alternatif dalam Pembuatan Plastik Biodegradable

Infografis by Fanishafira Aulia Ardani

Plastik merupakan bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Hampir semua produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan plastik. Hal tersebut dikarenakan plastik memiliki banyak keunggulan seperti ringan, kuat, transparan, tahan air, dan harganya terjangkau. Namun, pemanfaatan plastik harus diperhatikan mengingat limbah yang dihasilkannya sulit untuk terurai di alam. Penggunaan plastik yang tak terkendali akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.

Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan plastik konvensional, telah dikembangkan plastik biodegradable. Plastik biodegradable secara umum merupakan pembungkus kemasan yang dapat didaur ulang dan dapat dihancurkan secara alami. Plastik biodegradable dibuat menggunakan bahan dasar yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui seperti tumbuhan dan hewan. Bahan yang digunakan banyak terdapat di sekitar kita yaitu bahan yang mengandung pati, selulosa, protein, kitosan, dan hemiselulosa. Berikut adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk membuat plastik biodegradable.

Singkong

Singkong merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak terdapat di Indonesia. Sebagian besar sari pati singkong digunakan untuk bahan baku atau bahan tambahan dalam industri pangan sebagai tepung tapioka dan ampasnya dimanfaatkan untuk pakan ternak, atau dibuang sebagai limbah. Ampas singkong atau disebut onggok dapat menjadi salah satu alternatif menjadi plastik biodegradable sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan plastik biodegradable karena singkong memiliki kandungan pati yang cukup tinggi. Selain itu, pengisolasian pati dari singkong tergolong mudah untuk dilakukan.

Biji Durian

Biji durian adalah limbah pertanian yang  memiliki kandungan karbohidrat terutama pati yang cukup tinggi. Buah durian memiliki biji sekitar 5-15% dari total berat buah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Biji durian juga memiliki kandungan pati sekitar 43,6%. Kandungan pati yang ada pada biji durian lebih besar dibandingkan dengan kandungan pati pada singkong ataupun ubi jalar. Pada proses pembuatan plastik biodegradable, biji durian diproses terlebih dahulu menjadi tepung biji durian untuk mendapatkan patinya.

Kulit Udang

Udang merupakan jenis hewan air payau yang memiliki badan beruas berjumlah 13 (5 ruas kepala dan 8 ruas dada) dan seluruh tubuh ditutupi oleh kerangka luar yang disebut eksosketelon. Udang merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi. Limbah udang yang berupa kulit, kepala dan ekor mengandung senyawa kimia berupa kitin, kitosan, protein, kalsium karbamat, lemak, air, abu dan lain-lain. Kitosan yang terkandung dalam kulit udang merupakan senyawa yang dibutuhkan dalam pembuatan plastik biodegradable. Senyawa kitosan dapat memperbaiki transparansi dan sifat mekanik plastik yang dihasilkan.  


Sumber: https://jurnal.pnj.ac.id/index.php/ppt/article/view/1679/1783 https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jbat/article/view/3770/3480 http://jtk.unsri.ac.id/index.php/jtk/article/view/19/21

3 Replies to “3 Bahan Alternatif dalam Pembuatan Plastik Biodegradable”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *