
Oleh: Erina Yuliana Dewi
London, 1997
London, the smoke city. Berkabut dan dingin.
Huft! Aku menghela napas panjang.
Perasaan resah ini sedikit demi sedikit mulai hilang. Aku mulai bisa menerima segala bentuk hinaan-hinaan dunia yang fana ini. Bak berada pada masa transisi manusia menjadi monster. Mengerikan dan menyedihkan. Langit biru yang penuh penyesalan menyambutku, berubah menjadi kelabu. Aktivitas Sungai Thames sama seperti biasanya dan sesekali perahu-perahu besar melintas. Kafe Blueprint masih ramai. Penuh dengan orang-orang yang hinggap dan berlalu. Aku mengalihkan pandanganku pada seseorang yang duduk bersebelahan denganku.



