
Awal tahun 2020, seluruh dunia digemparkan dengan merebaknya virus corona jenis baru. World Health Organization (WHO) memberi nama virus ini Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Penyakitnya sendiri diberi nama Corona virus Disease 19 atau biasa dikenal sebagai Covid-19. Virus yang ditemukan pada akhir Desember 2019 ini diketahui berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok. Saat ini, kasus Covid-19 telah menyebar di 216 negara di dunia termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa virus ini bisa hidup dalam semua kondisi lingkungan.
Corona virus merupakan rantai tunggal RNA positif (+ssRNA). Gejala dari virus corona hampir sama dengan gejala salesma (Common Cold). Tetapi infeksi virus corona lebih dari sekadar infeksi salesma. Pada salesma, gejala muncul lebih cepat dan merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat langsung melawan virus yang menginfeksi. Sedangkan pada Covid-19, gejalanya datang dengan lambat karena virus ini diselimuti oleh glikoprotein berupa lendir (mucus). Mucus atau lendir merupakan sistem kekebalan tubuh yang berada di garis utama untuk melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. Glikoprotein yang berupa mucus atau lendir ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak terangsang dan tidak mengenalinya sebagai patogen sehingga virus dapat masuk ke paru-paru dengan bebas dan menyebabkan kerusakan pada tubuh. Lalu bagaimana caranya untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk menghindari virus ini?
(lebih…)


