Penulis: hmtk_kinetika

  • Bangkitkan Peluang Usaha di Masa Pandemi dengan Inovasi Ekstrak Daun Ketapang

    Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah baik yang berasal dari subsektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Hal tersebut membuka kesempatan masyarakat dalam mengembangkan usaha dalam bidang perikanan. Terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19 memelihara ikan hias telah menjadi hobi paling populer di Indonesia bahkan dunia. Terbukti dengan adanya antusiasme masyarakat dalam memelihara ikan hias air tawar. Hal ini dikarenakan perawatannya yang mudah dan dapat dijadikan objek hiburan selama masa kebijakan PPKM.

    Namun, hobi ini masih terkendala pada ikan yang tiba-tiba mati begitu saja akibat pengaruh lingkungan dan beberapa penyakit. Salah satu ancaman dalam budidaya ikan hias adalah penyakit infeksi oleh bakteri Salmonella enterica serovar Typhi. Bakteri ini menyerang organ bagian dalam ikan hias sehingga mengganggu proses pembuangan kotoran. Sering kali terjadi ketika pakan alami yang diberikan tidak terjaga kesehatannya. Penyakit tersebut dikenal dengan penyakit busung.

    (lebih…)
  • Pentingnya Penerapan Industri Hijau Demi Kelestarian Lingkungan Hidup

    Sumber: unsplash.com

    Ketersediaan sumber daya alam yang ada di Indonesia semakin lama semakin berkurang dikarenakan dua faktor, yaitu pertumbuhan populasi dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut juga melibatkan pemborosan energi, air, bahan baku, sumber daya alam, produktivitas rendah, dan peningkatan limbah. Banyak pihak perusahaan yang masih belum paham konsep industri hijau, terutama industri kecil dan menengah. Kehadiran industri di Indonesia sangat bernilai dan telah mampu menggeser sektor pertanian dan mampu berperan besar dalam perkembangan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan penerapan industri hijau yang mengutamakan efisiensi bahan baku dan efektivitas proses.

    (lebih…)
  • 3 Fakta Industri Kopi di Indonesia

    Infografis by Valencia Febriana Maharani Putri

    Indonesia memiliki peluang dalam pengembangan industri pengolahan kopi karena selain memiliki pasar yang besar, potensi bahan baku juga menjadi salah satu faktor pendukungnya. Kopi merupakan komoditas perkebunan komersial Indonesia yang  sebagian besar produksinya berhasil diekspor ke pasar dunia. Saat ini, Indonesia merupakan negara produsen terbesar ketiga di dunia, yang menguasai pasar sebesar 7,9%. Selain itu, Indonesia merupakan negara pengekspor kopi terbesar keempat dunia yang menguasai angka ekspor dunia sebesar 6,6%. Perkembangan kopi dalam industri semakin meningkat seiring dengan meningkatnya minat masyarakat dalam mengonsumsi kopi. Hal ini dapat dilihat dari mulai banyak dibukanya kedia-kedai kopi di seluruh kota. Berikut 3 fakta industri kopi di Indonesia

    (lebih…)
  • Case Smartphone Antibakteri Berbasis Nanosilver dan Daun Ketapang Solusi Perlindungan Diri dari Bakteri

    Smartphone adalah salah satu bukti perkembangan zaman dan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia di era modern ini. Bakteri memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan benda yang terbuat dari plastik, seperti soft case smartphone. Di lain sisi, pada masa pandemi sangatlah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Nanosilver merupakan partikel silver yang berukuran nano dengan sifat antibakterinya yang sangat baik. Adanya sifat antibakteri dapat mencegah penempelan bakteri dan kontaminasi benda dari bakteri. Nanosilver memiliki kemampuan sifat antimikroba terhadap S. aureus dan E. coli (Guo et al., 2013). Bakteri tersebut merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare dan infeksi usus. Daun ketapang dapat menghambat 70% bakteri gram positif dan 63% bakteri gram negatif karena mengandung beberapa senyawa aktif, seperti steroid, tanin, dan terpenoid.

    (lebih…)
  • Percepat Penanganan Pandemi, TIM PKM-K WAZYTECH UNDIP Menginovasikan Produk Sanitasi dari Limbah Organik

    Pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda memaksa pemberlakuan berbagai kebijakan pemerintah mulai dari PSBB hingga PPKM yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab dari penyakit COVID-19. Pemberlakuan peraturan tersebut memaksa masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan guna melindungi diri sendiri dan orang lain. Mengingat masih banyaknya kebutuhan berkegiatan di luar rumah menjadikan penggunaan produk sanitasi menjadi vital. Namun, kebutuhan akan penggunaan produk sanitasi tidak diimbangi dengan terjangkaunya harga dari produk sanitasi itu sendiri. Alih-alih patuh protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dengan menggunakan produk sanitasi, masyarakat cenderung untuk tak menggunakannya karena dirasa tidak ekonomis. Padahal, produk sanitasi masih menjadi salah satu komponen penting dalam penegakan protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19. Melihat hal tersebut, kelima Mahasiswa Universitas Diponegoro menciptakan kolaborasi kepentingan antara pentingnya penggunaan produk sanitasi dengan pemanfaatan limbah organik yang kini kian meningkat di lingkungan masyarakat. Hal inilah yang mendasari penciptaan berbagai produk sanitasi yang lahir dari pemanfaatan limbah organik.

    (lebih…)