Satelit : Solusi Facebook untuk Pancarkan Internet ke Daerah Sulit Dijangkau


Bulan lalu, Facebook memutuskan untuk menghentikan proyek drone Aquila. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Facebook untuk menyebar internet ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Kendati demikian, Facebook ternyata belum berhenti sepenuhnya untuk memberikan akses internet ke banyak wilayah. Berdasarkan dokumen terbaru, raksasa media sosial itu ternyata menyiapkan satelit untuk memancarkan internet.

Dikutip dari The Verge, Selasa (24/7/2018), satelit ini disebut akan menyediakan akses broadband ke wilayah yang belum terjangkau di seluruh dunia. Dari dokumen yang diajukan ke FCC, perusahaan yang bertanggung jawab adalah PointView LLC.

Saat dikonfirmasi, Facebook menyebut perusahaannya merupakan pihak yang bertanggung jawab atas permintaan tersebut. Perusahaan menuturkan proyek satelit internet ini sudah memiliki kode nama yakni Athena.

Menurut juru bicara Facebook, Facebook tidak dapat berbagi informasi spesifik, tapi percaya satelit merupakan pendorong penting dari infrastruktur broadband generasi selanjutnya, (sebab) memungkinkan konektivitas broadband ke wilayah rural yang minim konektivitas internet.

Di sisi lain, Facebook tidak mematikan proyek drone Aquila seutuhnya. Program Aquila nantinya akan lebih fokus dalam upaya pengembangan sistem software onboard untuk kebutuhan dirgantara.

Direktur Teknik Facebook, Yael Maguire, menyatakan bahwa ketika Facebook mengembangkan program ini, perusahaan-perusahaan ternama di bidang dirgantara juga ikut mulai mengembangkan teknologi ini.

Selain itu, drone Aquila juga beberapa kali salah memperhitungkan angin saat pendaratan otomatis sejak 2016 hingga Juni 2017. Tantangan lain dari drone ini adalah soal landasan pacu yang belum mendukung.


Sumber : liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *