Pemanfaatan Minyak Bekas menjadi Sabun Organik

Minyak goreng merupakan senyawa gliserida dari berbagai asam lemak yang ada dalam gliserida itu sendiri. Pemanfaatan minyak goreng, baik untuk industri maupun rumah tangga, menghasilkan minyak jelantah yang masih mengandung asam lemak yang cukup tinggi. Minyak ini merupakan minyak bekas yang mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik. Oleh karena itu, pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan.

Minyak jelantah dapat diolah menjadi sabun, baik dalam bentuk cair maupun padat. Sabun yang berkualitas baik juga dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan. Sabun organik adalah sabun mandi yang terbuat dari bahan natural (organik) tanpa campuran bahan kimia. Sabun organik dapat dibuat dengan menambahkan minyak dalam formula sabun yang berfungsi sebagai penghalus kulit, pencegah jerawat, sekaligus sebagai aroma yang bersifat menenangkan.

Secara umum, prosedur pembuatan sabun dibagi menjadi 4 tahap, yaitu persiapan alat dan bahan, penjernihan minyak jelantah, reaksi saponifikasi, dan analisa hasil. Hasil yang didapatkan dari pemanfaatan minyak bekas menjadi sabun organik adalah wangi yang lebih tahan lama, lembut, dan tidak membuat kulit gatal serta kering.


Sumber : Lestari, G.A.D. (2021). Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Organik di Desa Peguyangan Denpasar. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1).

https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i1.4645

11 Replies to “Pemanfaatan Minyak Bekas menjadi Sabun Organik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *