Mengenal Fenomena Supermoon

Bulan merupakan satu-satunya tempat di luar bumi yang sudah dikunjungi oleh manusia secara langsung. Benda langit ini menjadi tempat yang paling banyak dieksplorasi dibandingkan benda langit yang lain. Berdasarkan data di laman NASA, tercatat 24 jumlah kunjungan manusia ke bulan. Bulan dan bumi terpisah dengan jarak 247.953 kilometer. Satelit ini memiliki atmosfer yang sangat tipis dan renggang sehingga manusia tidak bisa bernapas tanpa menggunakan pakaian luar angkasa atau spacesuit.

Seperti satelit pada umumnya, bulan bergerak mengelilingi bumi. Pergerakan ini disebut dengan fase bulan. Fenomena bulan yang baru-baru ini terjadi adalah purnama perige atau yang dikenal dengan istilah supermoon. Fenomena supermoon ini terjadi ketika bulan berada di fase purnama yang terletak di jarak tedekat dengan bumi dan bersinar terang karena permukaannya diterangi oleh cahaya matahari. Hal inilah yang menyebabkan bulan terlihat sangat besar.

Tahun 2020 menjadi tahun yang khas karena terjadi 4 fenomena supermoon berturut-turut, salah satunya adalah flower moon yang terjadi pada 7 Mei lalu. Flower moon menjadi fenomena supermoon terakhir di tahun 2020. Istilah supermoon ini dicetuskan oleh seorang astrolog bernama Richard Nolle pada tahun 1979. Istilah ini mengacu pada bulan purnama yang terjadi pada 90% perige atau terletak di jarak terdekatnya dengan bumi.

Kebalikan dari supermoon dikenal dengan istilah minimoon. Fenomena minimoon ini terjadi ketika bulan purnama berada pada jarak terjauh dari bumi atau apoge. Minimoon diprediksi akan terjadi pada 2 Oktober, 31 Oktober, dan 30 November 2020. Fenomena supermoon dan minimoon dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Ketika supermoon, jari-jari bulan purnama akan terlihat 14% lebih besar dibandingkan dengan jari-jari bulan purnama ketika terjadi fenomena minimoon.


Sumber : solarsystem.nasa.gov; nationalgeographic.grid.id; bmkg.go.id https://solarsystem.nasa.gov/moons/earths-moon/overview/ https://nationalgeographic.grid.id/read/132086401/bulan-ini-ada-tiga-fenomena-langit-yang-dapat-dilihat-dari-indonesia?page=all https://solarsystem.nasa.gov/news/1220/the-next-full-moon-is-a-supermoon-flower-moon/ https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=purnama-perige-supermoon-8-april-2020&tag=press-release&lang=ID

5 Replies to “Mengenal Fenomena Supermoon”

  1. I really like your blog.. very nice colors & theme. Did you make this website yourself or did you hire someone to do it for you? Plz reply as I’m looking to construct my own blog and would like to find out where u got this from. thanks|

  2. We absolutely love your blog and find many of your post’s to be exactly I’m looking for. can you offer guest writers to write content for yourself? I wouldn’t mind creating a post or elaborating on a lot of the subjects you write concerning here. Again, awesome web log!|

  3. This is really fascinating, You’re an excessively skilled blogger. I have joined your feed and sit up for in quest of more of your great post. Also, I have shared your website in my social networks|

  4. Fine way of telling, and pleasant post to take information on the topic of my presentation subject, which i am going to convey in institution of higher education.|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *