Kategori: Lingkungan dan Keberlanjutan

  • Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Ekosemen

    Permasalahan sampah memang tidak ada habisnya, hal ini ditunjukkan dengan sampah yang sangat banyak dan keterbatasan lahan pembuangan memerlukan penanganan segera. Sampah yang dihasilkan kota metropolitan diperkirakan mengandung 70% sampah organik. Salah satu alternatif pengelolaan sampah tersebut adalah dengan mengolahnya menjadi ekosemen. Ekosemen dibuat dari abu sampah organik dan batu kapur.

    (lebih…)
  • Kunci Kekuatan Mekanik Bioplastik Selulosa Asetat Mikrofiber

    Bioplastik dari selulosa asestat merupakan salah satu alternatif dalam rangka untuk mengurangi penggunaan plastik sintetis. Di Indonesia, selulosa memiliki potensi yang cukup besar karena hampir setiap tanaman memiliki kandungan selulosa yang tinggi, seperti batang sorghum dan batang ubi kayu. Selulosa asetat mempunyai sifat yang kuat, transparansi yang baik dan daya serap air yang rendah, serta mudah terdegradasi secara natural. Sehingga dinilai sangat cocok untuk dijadikan bahan baku bioplastik, khususnya plastik kemasan film dan membran. Namun, ukuran serat dan penambahan pemplastis dapat mempengaruhi sifat mekanik dan sifat fisik bioplastik. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengecilkan diameter serat dan memperbaiki sifat kaku dan rapuh bioplastik dengan kombinasi ultrasonifikasi dan penambahan dietilen glikol.

    (lebih…)
  • Sinergi Teknologi Komunikasi dan Informasi Terhadap Digitalisasi Industri

    Kemajuan industry dari era ke era memang selalu mengalami kemajuan seiring dengan berkembang pesatnya teknologi dan komunikasi pada abad 21 ini. Revolusi industry yang saat ini berjalan yakni 4.0 membuat adanya inovasi teknologi yang menghilangkan batas fisik dengan berfokus pada era digital juga seiring perkembangan tersebut manusia juga mengubah caranya bekerja. Terobosan ini menciptakan banyak peluang khususnya pada sector ekonomi yang berkesinambungan dengan meningkatnya progress industri. Dunia juga tak tinggal diam dengan berkembangnya indsutri yang kini semakin harus lebih fokus agar bisa bersaing di dunia ekonomi dunia. Semakin meningkatnya industry harus diiringi dengan kemajuan informasi dan komunikasi. Karena kedua hal tersebut saling berkesinambungan dalam menghadapi efeknya di dunia.

    Sejak diperkenalkan era industry 4.0 di jepang pada tahun 2011, pembahasan mengenai kemajuan tersebut ramai dibahas dan diperbincangkan. Bahwasannya semua negara mempunyai kesempatan yang sama dalam membuat nilai ekonomi di persaingan dunia mempunyai daya saing yang kuat. Dalam revolusi 4.0 konsep mengenai teknologi komunikasi juga informasi juga harus lebih di perhatikan karena memanfaatkan komunikasi serta informasi didukung oleh teknologi yang memadai membuat suatu instansi atau negara bisa memiliki senjata yang kuat dalam menghadapi ancaman daya saing ekonomi dunia. Tak hanya itu revolusi 4.0 dapat diartikan sebagai meningkatnya nilai industri dimana revolusi ini diinisiatif oleh jerman sebagai peran perintis dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas industry dengan menghubungkan perangkat lunak, sensor dalam teknologi informasi dengan menyelaraskannya dengan industry agar membuat indsutri yang lebih kualitas.  Teknologi informasi seiring dengan berkembangnya internet juga berdampak pada revolusi 4.0 dimana internet mempermudah penyempitan atau penghapusan batas jarak antarmanusia.

    (lebih…)
  • Industri Kreatif Yang Kuat dan Dinamis Untuk Perekonomian

    Sumber: istockphoto.com

    Dunia industri saat ini sedang memasuki era baru yang ditandai dengan masifnya perkembangan teknologi informasi, yaitu era “revolusi industri 4.0”. Salah satu keunggulan era ini adalah terciptanya lebih banyak pekerjaan dan investasi baru berbasis teknologi. Kreativitas yang dihasilkan oleh seseorang atau kelompok nantinya diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi serta dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Maka dari itu, industri kreatif merupakan bidang penting yang harus terus dikembangkan seiring berjalannya waktu dalam era revolusi industri 4.0 dan perlu dibangun bersama-sama dalam perkembangannya karena merupakan salah satu penopang perekonomian negara.

    (lebih…)
  • Daur Ulang Sampah Kertas menjadi Bahan Baku pada Industri Kertas

    Sumber : Freepik

    Kertas adalah salah satu limbah yang paling banyak dihasilkan oleh kegiatan manusia. Hingga saat ini, jumlah sampah kertas di Indonesia mencapai 12,02%. Kertas terbuat dari selulosa yang berasal dari kayu, yang mana semakin banyak kebutuhan kertas maka semakin banyak kayu yang dibutuhkan. Hal ini mengakibatkan pohon yang ditebang semakin banyak dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Maka dari itu, diperlukan metode daur ulang kertas bekas untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

    (lebih…)