BBM Standar Euro IV Kurangi Polusi Udara Indonesia

Kilang minyak Balongan telah memulai produksi bahan bakar minyak yang memiliki angka oktan tinggi berstandar Euro IV. Manajer Utama Kilang Pertamina Cilacap, Nyoman Sukadana menyampaikan bahwa Pertamax berkualitas tinggi ini mengandung 46% RCC Naphtha dan 54% Platformate. Kilang Balongan diprediksi dapat menghasilkan 1.100 barrel minyak dalam 1 bulan. 

“Bahan bakar ini sudah sesuai standar tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan,” kata Toharso selaku Direktur Pengolahan Pertamina dalam siaran pers, Sabtu (22/7).
Pertamax kualitas tinggi ini lebih ramah lingkungan, dikarenakan kandungan sulfur maksimum yang dimiliki hanya 50 ppm. Sedangkan BBM yang saat ini beredar di masyarakat adalah kualitas Euro II yang memiliki kandungan sulfur maksimum sebesar 300 ppm.
Proyek Langit Biru Cilacap adalah salah satu proyek besar Pertamina untuk meninkatkan sepsifikasi bahan bakar dari RON 88 ke RON 92. Proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek Residual Fluid Cracking yang telah beroperasi sejak Oktober 2015 dan selesai.
Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) ditargetkan dapat selesai dalam 34 bulan sejak 26 November 2016. Proyek ini akan dibagi menjadi 3 pekerjaan utama, antara lain perubahan cara operasi dari Platform Unit I menjadi Regenerasi katalis yang kontinyu untuk memproduksi minyak dengan nomor oktan yang lebih tinggi, pengembangan unit baru yang bernama Light Naphta Hydro treating dan Isomerisasi dengan 21.500 barrel per hari, serta pengembangan unit-unit baru utilitas lainnya. Investasi total yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai 392 juta USD.
Toharso mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memproduksi BBM yang rumah lingkungan. Produk ini akan tersedia di pasar mulai 10 Desember tahun ini, lansir Ardhy Mokobombang. Beliau menambahkan, bahwa sebanyak 2000 karyawan akan dilibatkan dalam proyek ini, dan akan memberikan dampak ganda pada masyarakat, terkhusus di Cilacap.

Sumber: Kompas.com, Pertamina.com, Tempo.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *