3 Fakta Unik tentang Mimpi

Infografis by : Laurensia Belinda Soewito

Mimpi adalah cerita atau gambar yang dibuat oleh pikiran saat kita tertidur. Mimpi dapat berupa suatu hal yang emosional atau hanya kumpulan peristiwa tak bermakna. Hal yang menyebabkan seseorang dapat bermimpi adalah mimpi sebagai wujud sinyal acak dari otak dan tubuh atau sebagai reaksi otak ketika memproses informasi yang didapatkan di siang harinya. Pengalaman setiap orang terhadap mimpi mereka berbeda-beda. Sebagian mengatakan bahwa mereka tidak mengingat mimpi mereka, sebagian lagi hanya ingat sepotong mimpi mereka lalu melupakannya, dan bahkan sebagian merasa tidak bermimpi sama sekali. Selain itu, banyak sekali fenomena-fenomena unik berkaitan tentang mimpi. Inilah 3 fakta unik tentang mimpi!

1. Hampir semua orang bangun tidur lupa dengan mimpi mereka
Terdapat beberapa penyebab dalam hal ini. Hal pertama adalah kemungkinan bahwa tidur REM, fase tidur bermimpi yang biasanya terjadi 90 menit setelah seseorang mulai tertidur, tidak terjadi secara normal seperti biasanya. Pada fase ini, otak lebih aktif, detak jantung dan denyut nadi menjadi lebih cepat. Tidur ini berlangsung cepat dan menandakan bahwa tidur anda tidak nyenyak. Hal berikutnya adalah otak kita terkadang tidak menyimpan hal-hal yang sifatnya tidak penting seperti mimpi yang kadang tidak jelas, tidak beralur, dan tumpang tindih.
2. Sleep Paralysis
Sleep paralysis atau ketindihan adalah keadaan transisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara untuk bereaksi, bergerak atau berbicara ketika tertidur (hypnagogic) atau saat bangun dari tidur (hypnopompic). Sleep paralysis ditandai dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk menggerakan otot saat tidur. Walaupun sering dikaitkan dengan fenomena mistis, sleep paralysis sebenarnya terjadi akibat mekanisme otak dan tubuh sedang tumpang tindih dan tidak berjalan selaras saat seseorang tertidur, sehingga bisa menyebabkan terbangun di tengah-tengah siklus REM, yaitu fase tidur paling dalam, saat semua otot sedang berada dalam kondisi rileks. Bila seseorang terbangun tiba-tiba sebelum siklus REM selesai, otak belum siap mengirimkan sinyal bangun sehingga terjadi ‘kelumpuhan sementara’ atau kondisi setengah tidur atau setengah sadar.
3. Lucid Dream
Lucid dream adalah keadaan saat seseorang bermimimpi dan bisa mengendalikan apa yang terjadi di dalamnya. Fenomena ini ditandai dengan kesadaran seseorang bahwa sedang bermimpi, bukan di dunia nyata. Mimpi yang dialami itupun terkadang tidak masuk akal. Menurut hasil penelitian, ketika mengalami mimpi ini, aktivitas elektrik pada otak di bagian tertentu mengalami peningkatan. Selain itu, aktivitas ini sangat mirip dengan aktivitas saat seseorang terbangun dari tidurnya, namun hal ini terjadi pada seseorang pada tahap tidur REM. Maka ketika mengalami lucid dream, bukan berarti seseorang sedang mengunjungi dimensi lain. Lucid dream hanyalah kelainan otak saat tidur.


Sumber :
digilib.uns.ac.id
https://juke.kedokteran.unila.ac.id www.halodoc.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *