3 Fakta Industri Kelapa Sawit

Infografis by Amalia Tri Hastuti

Kelapa sawit merupakan tanaman yang sangat penting bagi pembangunan nasional perkebunan kelapa sawit. Tanaman ini mulai diusahakan dan dibudidayakan pada tahun 1991. Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri yang strategis, karena berhubungan dengan sektor pertanian yang banyak berkembang di negara-negara tropis. Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan industrinya telah menjadi andalan dalam perekonomian karena kelapa sawit menjadi salah satu sumber penghasil devisa dari ekspor sektor pertanian. Industri minyak sawit telah dibangun sejak kepemimpinan Soeharto yang didukung oleh Bank Dunia. Dalam perekonomian makroekonomi Indonesia, industri minyak sawit memiliki peran strategis, antara lain penghasil devisa terbesar, lokomotif perekonomian nasional, kedaulatan energi, pendorong sektor ekonomi kerakyatan, dan penyerapan tenaga kerja. Berikut 3 fakta industri kelapa sawit.

Berkembang Cepat di Indonesia

Perkebunan kelapa sawit Indonesia berkembang cepat serta mencerminkan adanya revolusi perkebunan sawit. Dalam kurun 1990–2015, terjadi revolusi pengusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, yang ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya perkebunan rakyat dengan cepat, yakni 24% per tahun selama 1990–2015. Perkembangan industri minyak sawit Indonesia yang berkembang cepat tersebut telah menarik perhatian masyarakat dunia, khususnya produsen minyak nabati utama dunia. Indonesia menjadi negara produsen minyak sawit terbesar dunia sejak 2006. Pada 2016, Indonesia berhasil mengungguli Malaysia.

Memiliki Multifungsi

Dalam aspek ekonomi, industri minyak sawit berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dalam bentuk sumber devisa dan pendapatan negara, pembangunan ekonomi daerah, dan peningkatan pendapatan petani. Perkembangan industri minyak sawit juga bersifat inklusif, yakni menarik perkembangan sektor-sektor lain. Dalam aspek sosial, industri minyak sawit juga telah terbukti secara empiris, antara lain peranannya dalam pembangunan pedesaan dan pengurangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan ekonomi. Dalam aspek ekologi, perkebunan sawit menyumbang pada pembangunan berkelanjutan melalui peranannya dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Perkebunan kelapa sawit juga meningkatkan biomassa lahan. Bahkan, perkebunan kelapa sawit di lahan gambut mengurangi emisi gas rumah kaca/karbon dioksida.

Dapat Menyebabkan Deforestasi

Peningkatan cepat pangsa minyak sawit dalam pasar minyak nabati dunia telah memengaruhi dinamika persaingan antarminyak nabati termasuk bentuk kampanye negatif/hitam terhadap minyak sawit. Pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dipersepsikan tidak berkelanjutan serta dituduh sebagai penyebab utama deforestasi dan hilangnya habitat satwa liar. Deforestasi merupakan hal yang normal dalam sejarah pembangunan sejumlah negara besar di dunia. Namun, isu deforestasi digunakan untuk menekan pertumbuhan perkebunan kelapa sawit Indonesia. Di samping itu, pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dipersepsikan tidak berkelanjutan serta ekspansi perkebunan kelapa sawit dinilai menjadi pemicu utama deforestasi dan kerusakan hutan di Indonesia.


Sumber: http://jmi.ipsk.lipi.go.id/index.php/jmiipsk/article/view/717

One Reply to “3 Fakta Industri Kelapa Sawit”

  1. Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri yang strategis, karena berhubungan dengan sektor pertanian yang banyak berkembang di negara-negara tropis. dan sangat cocok dengan iklim di indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *