
Siapa yang tidak mengetahui micellar water? Bagi kalangan wanita, micellar water kerap kali digunakan untuk membersihkan wajah maupun make up. Komponen utama dari micellar water adalah air, sehingga produk ini menawarkan konsumen untuk membersihkan wajah tanpa harus ke kamar mandi dan memakai sabun pencuci muka.
Secara ilmiah, micellar water ini mengandung surfaktan. Surfaktan merupakan suatu senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan, dimana senyawa ini memiliki dua gugus yaitu gugus hidrofilik (suka air) dan gugus hidrofobik (tidak suka air). Sehingga surfaktan dapat berikatan dengan air dan minyak sekaligus. Surfaktan ini dapat menurunkan tegangan permukaan dan membentuk emulsi dari dua cairan yang berbeda kepolarannya (fase air dan minyak).
Surfaktan dapat menurunkan tegangan permukaan dan membentuk emulsi dari dua cairan yang berbeda kepolarannya (fase air dan fase minyak). Surfaktan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain, pembersih, pembasah, emulsifikasi, solubilisasi, disperse, peningkat penetrasi, dan lain sebagainya. Umumnya surfaktan banyak digunakan di sektor washing and cleaning.
Surfaktan dalam micellar water akan membentuk suatu misel akibat bersatunya gugus hidrofobik di bagian inti misel karena berada pada medium air. Kemudian saat diaplikasikan pada kapas, yang cenderung hidrofil, maka gugus hidrofob akan menghadap ke atas/udara. Kemudian kapas diusapkan ke kulit wajah yang tersusun atas lipid, dan kotoran yang menempel akan tersapu secara sempurna.
Sumber: jurnal.unpad.ac.id http://jurnal.unpad.ac.id/farmasetika/article/download/21635/10713
Tinggalkan Balasan ke atika Batalkan balasan