
Pada tahun 2016, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kematian yang diakibatkan oleh luka bakar mencapai 265.000 orang setiap tahunnya dengan angka kejadian lebih banyak di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Luka bakar merusak lapisan kulit sehingga mudah untuk terinfeksi bakteri. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan salah satu bakteri yang sering menginfeksi luka bakar. Satu-satunya antibiotik yang efektif untuk mengatasi infeksi MRSA topikal hingga saat ini adalah mupirosin. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian MRSA sudah mulai menunjukkan resistensi terhadap mupirosin dan angka resistensi MRSA terhadap mupirosin akan semakin meningkat setiap tahunnya.



