Miliaran tahun lalu permukaan Mars memiliki sungai-sungai dan danau yang dialiri air. Namun sejak kehilangan atmosfernya, air yang ada tidak dapat bertahan lama hingga hari ini. Hal ini menjadi berbeda jika air tersebut berada di bawah permukaan tanah.
Danau kecil berisi air yang tersembunyi di bawah permukaan kutub selatan planet Mars ini baru saja ditemukan oleh para ilmuwan. Air pada danau ini kemungkinan berasal dari air yang dulunya mengaliri permukaan Mars.
Sekelompok tim astronom internasional, yang terdiri dari para peneliti di Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang mengumumkan penemuannya yang belum pernah diketahui sebelumnya. Para peneliti memperkirakan bahwa gas fosfin terdapat di atmosfer Venus. Penemuan ini mengarah pada kemungkinan apakah terdapat kehidupan di planet Venus.
Direktur pusat studi First Americans dan professor di Universitas A&M Texas, serta koleganya dari Universitas Baylor dan Universitas Houston melakukan publikasi terhadap temuannya dalam dunia sains. Beberapa peneliti percaya bahwa terjadi peristiwa penurunan suhu bumi yang disebabkan oleh benda-benda luar angkasa, seperti meteor yang tabrakan dengan bumi. Tetapi Waters dan timnya menemukan fakta bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh meteor melainkan erupsi gunung berapi.
Waters mengemukakan bahwa terdapat gua Hall di Texas yang memiliki lapisan sedimen lebih dari 20.000 tahun. Waters telah meneliti gua Hall sejak 2017 dan menemukan fakta bahwa lapisan sedimen ini berasal dari letusan gunung berapi. Lapisan sedimen ini pertama kali diidentifikasi oleh Thomas Stafford di Laboratorium Penelitian Stafford, Colorado.
Awal tahun 2020, seluruh dunia digemparkan dengan merebaknya virus corona jenis baru. World Health Organization (WHO) memberi nama virus ini Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Penyakitnya sendiri diberi nama Corona virus Disease 19 atau biasa dikenal sebagai Covid-19. Virus yang ditemukan pada akhir Desember 2019 ini diketahui berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok. Saat ini, kasus Covid-19 telah menyebar di 216 negara di dunia termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa virus ini bisa hidup dalam semua kondisi lingkungan.
Corona virus merupakan rantai tunggal RNA positif (+ssRNA). Gejala dari virus corona hampir sama dengan gejala salesma (Common Cold). Tetapi infeksi virus corona lebih dari sekadar infeksi salesma. Pada salesma, gejala muncul lebih cepat dan merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat langsung melawan virus yang menginfeksi. Sedangkan pada Covid-19, gejalanya datang dengan lambat karena virus ini diselimuti oleh glikoprotein berupa lendir (mucus). Mucus atau lendir merupakan sistem kekebalan tubuh yang berada di garis utama untuk melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. Glikoprotein yang berupa mucus atau lendir ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak terangsang dan tidak mengenalinya sebagai patogen sehingga virus dapat masuk ke paru-paru dengan bebas dan menyebabkan kerusakan pada tubuh. Lalu bagaimana caranya untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk menghindari virus ini?
Bulan merupakan satu-satunya tempat di luar bumi yang sudah dikunjungi oleh manusia secara langsung. Benda langit ini menjadi tempat yang paling banyak dieksplorasi dibandingkan benda langit yang lain. Berdasarkan data di laman NASA, tercatat 24 jumlah kunjungan manusia ke bulan. Bulan dan bumi terpisah dengan jarak 247.953 kilometer. Satelit ini memiliki atmosfer yang sangat tipis dan renggang sehingga manusia tidak bisa bernapas tanpa menggunakan pakaian luar angkasa atau spacesuit.