Es teh merupakan minuman yang sangat cocok dijadikan pendamping oleh mahasiswa ketika sedang makan. Rasanya yang segar dan dingin membuatnya menjadi pilihan yang menarik, terutama saat cuaca panas atau untuk menemani aktivitas belajar. Namun, seperti halnya dengan minuman lainnya, mengonsumsi es teh secara berlebihan dan terus-menerus dapat mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan yang serius.
Jamur atau fungi merupakan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil, sehingga ia tidak bisa melakukan fotosintesis sendiri. Oleh karena itu, jamur hanya bisa hidup sebagai parasit pada organisme hidup lain atau sebagai saprofit pada organisme mati. Seperti yang kita ketahui jamur bisa menginfeksi manusia, contohnya adalah spesies Candida albicans. Jamur ini bersifat patogen dan akan menyebabkan penyakit infeksi jamur yang disebut kandidasis yaitu penyakit pada selaput lendir, mulut, kulit, dan saluran pencernaan. Perkembangan infeksi jamur di Indonesia cukup banyak karena Indonesia termasuk negara dengan iklim terutama dikarenakan oleh udara yang lembab, sanitasi yang kurang, dan lain sebagainya. Jika terkena infeksi jamur Candida albicans masyarakat sering mengobatinya dengan memberikan obat antijamur. Namun obat antijamur yang sudah ada dan beredar di masyarakat sering sangat toksik dan hanya sedikit yang tersedia tanpa resep (White, 1991 dalam Gould dan Brooker, 2003).
Akhir-akhir ini Indonesia sedang mengalami kasus polusi udara yang kian memburuk. Indonesia berada pada posisi peringkat ke- 17 sebagai negara dengan tingkat polusi udara tinggi di dunia. Parameter tertinggi yang dilaporkan adalah PM 2.5 dengan kadar 34,3 mikrogram per m3 . Sementara itu, di wilayah Asia Tenggara posisi Indonesia adalah peringkat 1 dengan kadar polusi udara tertinggi. Menurut pemantauan Air Quality Live Index (AQLI) kondisi kualitas udara di Indonesia terus mengalami penurunan dan memburuk. Sebanyak 91% penduduk tinggal di daerah dengn tingkat polusi udara yang melebihi batas aman menurut ketetapan WHO.
Penderita Penyakit Parkinson sering kali mengalami gangguan tidur. Penyakit parkinson ditandai oleh tremor, kekakuan, akinesia/bradikinesia, dan ketidakstabilan postur. Selain gejala motorik, terdapat juga gejala nonmotorik seperti gangguan tidur, gangguan kognitif, kelainan mood, nyeri, hiposmia, dan disautonomia. gangguan tidur merupakan gejala nonmotorik yang paling umum pada penderita penyakit parkinson.gangguan tidur primer juga dapat terjadi karena faktor usia, yang sering ditemukan pada penderita penyakit parkinson yang umumnya berusia lanjut.
Salah satu bentuk kemajuan teknologi saat ini yaitu adanya gawai atau gadget. Lebih dari 90% pengguna gawai mengalami gejala penglihatan seperti mata lelah, penglihatan buram, penglihatan ganda, pusing, mata kering, serta ketidaknyamanan pada okuler saat melihat dari dekat ataupun dari jauh setelah penggunaan gawai dalam jangka waktu yang lama. Situasi yang seperti ini menyebabkan otot-otot mata dipaksakan untuk bekerja secara terus menerus. Otot akomodasi yang terdapat pada bagian tengah sel yang melapisi pembuluh darah pada mata untuk mengontrol mata ketika melihat objek (otot siliar) semakin membesar sehingga mengakibatkan kelelahan pada mata serta meningkatkan asam laktat dan retina akan mengalami tekanan ketika ada kontras/perbedaan berlebih pada mata yang terjadi terus menerus.