Setiap tahun dunia memproduksi lebih dari 380 juta ton plastik, namun kurang dari 20% yang berhasil didaur ulang. Sisanya menumpuk di TPA atau hanyut ke lautan, merusak ekosistem, membunuh jutaan biota laut, dan kembali masuk ke rantai makanan kita dalam bentuk mikroplastik.
Buletin Kinetika bulan Maret 2025 telah terbit secara online! Terdapat satu buah artikel dan satu buah steam bertemakan Food Technology serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew kinetika.
Kemajuan dalam rekayasa genetika telah melahirkan teknologi CRISPR, sebuah terobosan yang memungkinkan peneliti mengedit DNA hampir semua organisme dengan presisi tinggi. CRISPR, kepanjangan dari Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats, awalnya ditemukan sebagai sistem pertahanan bakteri terhadap virus. Teknologi ini memungkinkan bakteri “mengingat” virus yang menyerangnya dan memotong DNA virus tersebut untuk menonaktifkannya. Kini, CRISPR telah berkembang menjadi alat revolusioner dalam penelitian genetik, membantu mengidentifikasi penyebab penyakit serta membuka peluang baru dalam terapi gen.
Buletin Kinetika bulan Februari 2025 telah terbit secara online! Terdapat satu buah artikel dan satu buah steam bertemakan Corrosion, serta satu buah reportase dinamika kampus yang dibuat oleh crew kinetika.
Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap semen konvensional yang memiliki dampak lingkungan signifikan, penelitian mengenai alternatif bahan pengikat beton terus dikembangkan. Salah satu pendekatan inovatif yang tengah dikaji adalah pemanfaatan limbah cangkang kerang dan cangkang telur sebagai bahan dasar dalam pembuatan beton geopolimer. Kedua limbah ini memiliki kandungan utama berupa kalsium oksida (CaO) dan silika (SiO₂), yang berperan penting dalam proses pembentukan material geopolimer. Limbah cangkang kerang yang kaya akan senyawa pozzolan dapat digunakan sebagai pengganti sebagian semen dalam beton geopolimer, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat emisi karbon dari industri semen.