
Bioplastik dari selulosa asestat merupakan salah satu alternatif dalam rangka untuk mengurangi penggunaan plastik sintetis. Di Indonesia, selulosa memiliki potensi yang cukup besar karena hampir setiap tanaman memiliki kandungan selulosa yang tinggi, seperti batang sorghum dan batang ubi kayu. Selulosa asetat mempunyai sifat yang kuat, transparansi yang baik dan daya serap air yang rendah, serta mudah terdegradasi secara natural. Sehingga dinilai sangat cocok untuk dijadikan bahan baku bioplastik, khususnya plastik kemasan film dan membran. Namun, ukuran serat dan penambahan pemplastis dapat mempengaruhi sifat mekanik dan sifat fisik bioplastik. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengecilkan diameter serat dan memperbaiki sifat kaku dan rapuh bioplastik dengan kombinasi ultrasonifikasi dan penambahan dietilen glikol.
(lebih…)





