Penulis: hmtk_kinetika

  • Suplemen Ternak Alami dari Limbah Kelapa & Tahu

    💡 Tahukah Kamu?
    Di balik ampas kelapa dan ampas tahu yang kerap terbuang, tersimpan potensi besar bagi sistem peternakan berkelanjutan. Limbah ini kaya akan protein, serat kasar, dan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku suplemen pakan ternak. Dengan pengolahan yang tepat, limbah pangan ini dapat diubah menjadi sumber nutrisi bernilai tinggi bagi ayam ras petelur.

    (lebih…)
  • Limbah yang Bertenaga: Rahasia Kulit Durian Penghasil Biohidrogen

    💡 Tahukah Kamu?
    Di balik aroma tajam dan cita rasa khas buah durian, tersembunyi potensi besar bagi masa depan energi hijau. Limbah kulit durian yang selama ini terbuang ternyata kaya akan senyawa organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang dapat dimanfaatkan sebagai substrat dalam produksi biohidrogen. Melalui pendekatan bioproses yang tepat, limbah ini berpotensi diubah menjadi sumber energi bersih yang berkelanjutan.

    (lebih…)
  • White Activated Carbon: Teknologi Deodoran Cerdas untuk Mengatasi Bau Tubuh!

    💎 White Activated Carbon: Teknologi Deodoran Cerdas Berbasis Rekayasa Material
    Bau tubuh sering dianggap persoalan sepele, padahal di baliknya terdapat ratusan senyawa volatil (Volatile Organic Compounds/VOCs) yang dilepaskan oleh kulit dan dapat memengaruhi kenyamanan, kepercayaan diri, hingga kualitas hidup. Selama ini, produk deodorant konvensional bekerja dengan menutupi bau atau membunuh bakteri. Namun, riset terkini menunjukkan bahwa tidak semua senyawa penyebab bau berasal dari aktivitas mikroba, bahkan sebagian VOC tidak dapat diatasi oleh antiperspirant maupun agen antibakteri. Di sinilah White Activated Carbon (WAC) hadir sebagai solusi berbasis sains material yang lebih fundamental dan presisi.

    (lebih…)
  • Buletin Kinetika Oktober 2025

    📢 Buletin Kinetika Edisi Oktober 2025

    Telah Terbit!

    ✨ Dalam edisi ini, kamu bisa membaca:

    • Artikel: Bioplastik Ramah Lingkungan dari Limbah Pelepah Bambu inovasi bioplastik berbahan dasar bambu yang berpotensi menggantikan plastik konvensional.
    • Steam: Nanocomposite Starch Films untuk Kemasan Biodegradable , pembahasan ilmiah mengenai penguatan film pati menggunakan nanoteknologi untuk meningkatkan sifat biodegradabilitas.
    • Reportase: LKMM-PD Teknik Kimia UNDIP 2025, liputan semangat dan pembelajaran mahasiswa baru dalam menumbuhkan kepemimpinan dan kolaborasi di dunia perkuliahan.

    Artikel

    Peneliti Indonesia berhasil mengubah limbah pelepah bambu menjadi bioplastik yang cepat terurai hanya dalam 7–14 hari.

    Selain mengurangi limbah plastik sekali pakai, inovasi ini memperkuat ekonomi sirkular dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dari limbah sederhana, lahir solusi hijau untuk masa depan yang berkelanjutan.

    Steam

    Inovasi nanocomposite starch films membuka jalan menuju kemasan ramah lingkungan berbasis pati yang lebih kuat, lentur, dan tahan terhadap oksigen maupun uap air.

    Dengan bantuan nanofillers seperti nanoclay dan nanocellulose, film ini menawarkan performa tinggi sekaligus dapat terurai alami, menjadi alternatif berkelanjutan bagi plastik konvensional di industri pangan.

    Reportase

    Melalui LKMM-PD 2025, mahasiswa baru Teknik Kimia UNDIP belajar lebih dari sekadar teori mereka membangun karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai insan akademik.

    Kegiatan ini menanamkan nilai kolaborasi, komunikasi efektif, dan semangat berorganisasi yang menjadi pondasi perjalanan mereka di dunia kampus dan profesi.

    📢 Apa pendapatmu?
    Menurutmu, bagaimana peran mahasiswa teknik dalam mewujudkan inovasi berkelanjutan, pendidikan kreatif, dan pengalaman kampus yang bermakna?

    ✍️ Yuk, kirimkan tulisan, ide, atau ceritamu untuk buletin edisi selanjutnya!
    LPM KINETIKA UNDIP | Teknik Kimia Fakultas Teknik | Universitas Diponegoro

    #KINETIKAONLINE #CircularEconomy #STEAM #ODM2025 #TeknikKimia #CampusLife

  • Ketika Reaksi Kimia Mengubah Molekul Menjadi Aroma yang Memikat

    Tahukah kamu?
    Aroma parfum yang elegan atau wangi sabun yang segar ternyata bukan sekadar campuran bahan biasa. Di balik setiap tetesnya, ada proses kimia rumit yang melibatkan ribuan molekul aroma. Para ahli teknik kimia dan kimia organik bekerja sama untuk menemukan kombinasi sempurna yang membuat hidung kita betah berlama-lama menikmati wanginya.

    (lebih…)