
💡 Tahukah Kamu?
Di balik aroma tajam dan cita rasa khas buah durian, tersembunyi potensi besar bagi masa depan energi hijau. Limbah kulit durian yang selama ini terbuang ternyata kaya akan senyawa organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang dapat dimanfaatkan sebagai substrat dalam produksi biohidrogen. Melalui pendekatan bioproses yang tepat, limbah ini berpotensi diubah menjadi sumber energi bersih yang berkelanjutan.
🔎 Mengapa Penting bagi Teknik Kimia?
Peningkatan emisi karbon, polusi udara, dan pemanasan global mendorong kebutuhan akan sumber energi alternatif yang bersih dan efisien. Hidrogen muncul sebagai kandidat unggulan karena memiliki densitas energi tinggi dan hanya menghasilkan air sebagai produk samping.
🏭 Potensi Indonesia dan Arah Pengembangan
Sebagai salah satu negara penghasil durian terbesar di dunia, Indonesia memiliki ketersediaan limbah kulit durian yang melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal. Bahan baku ini memiliki keunggulan berupa biaya rendah, bahkan bernilai negatif, sehingga sangat menarik untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan.
Ke depan, pemanfaatan limbah kulit durian untuk produksi biohidrogen berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendorong pertumbuhan bioekonomi sirkular berbasis sumber daya lokal.
✨ Menuju Energi Hijau Masa Depan
Melimpahnya limbah kulit durian membuka peluang strategis bagi pengembangan biohidrogen sebagai energi masa depan. Dengan integrasi teknologi biorefinery dan optimasi proses berbasis Teknik Kimia, biohidrogen dari limbah ini berpotensi menjadi salah satu pilar energi hijau nasional dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Raut, S. S., Sharma, A., & Mishra, A. (2025). Lignocellulosic biomass-driven biohydrogen production: Innovations, challenges, and future prospects for a sustainable green hydrogen economy. International Journal of Hydrogen Energy, 132, 51–74. https://doi.org/10.1016/j.ijhydene.2025.04.268
Tinggalkan Balasan