Industrialisasi pada masyarakat agraris merupakan salah satu contoh bentuk perubahan sosial yang tingkat pengaruhnya besar pada sendi dasar kehidupan manusia. Keberadaan industri di suatu wilayah tentunya akan membawa perubahan dan pengaruh pada mata pencaharian masyarakat setempat. Adapun dari segi budaya, industrialisasi diperkirakan akan menimbulkan perubahan nilai-nilai dan pela gaya hidup masyarakat.
Pada Era Globalisasi ini, kemajuan teknologi sangat berkembang pesat. Salah satu kemajuan teknologi informasi merambah pada bidang kesehatan. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi merupakan salah satu solusi tepat bagi pemecahan masalah layanan publik. Melalui pemanfaatan teknologi pada bidang kesehatan akan mengatasi masalah-masalah geografis, waktu, dan sosial ekonomis. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam bidang kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta dapat merubah perilaku kesehatan.
Teknologi adalah ilmu yang dikembangkan manusia untuk menciptakan tata cara tertentu yang lebih mutakhir dan praktis atau memudahkan kehidupan. Dalam dunia pendidikan sangat perlu untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kehadiran teknologi banyak memberikan manfaat pada dunia pendidikan terutama dalam memudahkan akses pembelajaran sehingga pembelajaran lebih inovatif sehingga meningkatkan minat belajar peserta didik. Artificial intelegence atau disingat AI merupakan teknologi masa kini yang kemunculannya dianggap sebagai teknologi revolusioner. AI mampu belajar dari data dan melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia.
Antiaging merupakan sesuatu yang dapat dilakukan untuk mencegah proses penuaan. Aktivitas antioksidan yang dimiliki ekstrak kulit manggis memiliki tingkat yang tinggi, yang mampu mencegah kerusakan pada kulit wajah yang disebabkan oleh stress oksidatif dengan kurangnya akumulasi peroksida pada kulit. Ekstrak kulit buah manggis memiliki aktivitas antibakteri, baik sebagai bakterisidal, tergantung dari konsentrasi ekstraknya.
Bioplastik dari selulosa asestat merupakan salah satu alternatif dalam rangka untuk mengurangi penggunaan plastik sintetis. Di Indonesia, selulosa memiliki potensi yang cukup besar karena hampir setiap tanaman memiliki kandungan selulosa yang tinggi, seperti batang sorghum dan batang ubi kayu. Selulosa asetat mempunyai sifat yang kuat, transparansi yang baik dan daya serap air yang rendah, serta mudah terdegradasi secara natural. Sehingga dinilai sangat cocok untuk dijadikan bahan baku bioplastik, khususnya plastik kemasan film dan membran. Namun, ukuran serat dan penambahan pemplastis dapat mempengaruhi sifat mekanik dan sifat fisik bioplastik. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengecilkan diameter serat dan memperbaiki sifat kaku dan rapuh bioplastik dengan kombinasi ultrasonifikasi dan penambahan dietilen glikol.