Penulis: hmtk_kinetika

  • Hari Jadi ke-39, Edents Adakan Seminar dan Launching Majalah

    P_20150507_093610Edents merupakan Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang telah berdiri sejak 8 Mei 1976. Pada bulan Mei tahun 2015 ini tepatnya pada tanggal 7 Mei 2015, LPM Edents merayakan hari jadinya yang ke-39. Bertepatan dengan ini, LPM Edents mengadakan acara bertajuk Edents Day 39thBe the Good Impact”. Acara yang diadakan di Hall Gedung C Lantai 4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dimulai pada pukul 08.00.

    Acara Edents Day ini diawali dengan sambutan langsung dari Pemimpin Umum LPM Edents 2015, Rio Putri Paramita dan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Dr. Suharnomo, M.Si. Perayaan ulang tahun ke-39 LPM Edents diperingati dengan pemotongan tumpeng oleh Rio Putri Paramita yang diserahkan secara simbolis kepada Dr. Suharnomo, M.Si. dan pemutaran video ulang tahun LPM Edents. Selanjutnya, Gita Suksesi selaku Pemimpin Redaksi LPM Edents 2015 menjelaskan tentang produk-produk LPM Edents diantaranya adalah majalah, buletin, koran Edents, dan Edents online. Pada kesempatan ini, Gita bersama LPM Edents melakukan launching (lebih…)

  • Ini Cara Oxygen-16 Rayakan Hari Bumi

    20150419_082309

    Tanggal 22 April adalah tanggal bagi dunia ini untuk memperingati Hari Bumi. Tidak luput juga biro Teknik Kimia yang bernama Oxygen-16 ini, mereka mengadakan event khusus bernama Jambore Hari Bumi saat Car Free Day pada hari Minggu (16/4).

    20150419_080633Acara yang diadakan bersama Forum Pecinta Alam atau FORPAS ini dilakukan dengan berorasi, keliling Simpang Lima, aksi teatrikal dan juga aksi bagi pohon.

    20150419_08285620150419_084406 (lebih…)

  • Sinergi Pangan dan Energi Membentuk Ketahanan Bangsa

    Untitled-2

                    Mengacu pada UU No 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka  Panjang Nasional tahun 2005–2025, pembangunan iptek di Indonesia salah satunya diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu permasalahan di Indonesia adalah adanya kekurangan dalam hal ketersediaan pangan dan ketersediaan energi. Oleh karena itu, disusun pula peraturan yang khusus mengatur tentang ketahanan pangan dan energi diantaranya adalah UU No 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan dan UU No 30 Tahun 2007 tentang ketahanan energi. Peraturan tersebut, selain dimaksudkan untuk membuat strategi penyediaan pangan dan energi nasional, juga untuk mendorong penguatan sistem inovasi teknologi terkait pangan dan energi dalam rangka pembangunan ekonomi yang berbasis pengetahuan.

    Dalam UU Pangan No. 18 tahun 2012  menyebutkan prinsip atau asas penyelenggaraan pangan di Indonesia harus berdasarkan kedaulatan, kemandirian, ketahanan, keamanan, manfaat, pemerataan, berkelanjutan, dan keadilan. Secara keseluruhan undang-undang pangan ini memaparkan tujuan utama negara adalah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber-sumber pangan dari luar. Hal ini memacu terjadinya berbagai upaya eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber pangan khususnya yang berbasis kemandirian sumber daya lokal yang ada di Indonesia.

    Dalam UU Energi No. 30 Tahun 2007 menyebutkan bahwa sumber energi (lebih…)

  • Pengemasan yang Tepat untuk Mempertahankan Kualitas Makanan

    kinet

    Teknologi pengemasan makanan (kemasan) memberikan kepentingan tertentu bagi perusahaan, karena dapat menjadi kunci untuk keunggulan kompetitif dalam industri makanan. Pengemasan makanan yang baik dapat mempertahankan kualitas bahan makanan, meningkatkan margin keuntungan, memberikan identifikasi produk, memperluas distribusi, sehingga kebutuhan dan keinginan pengguna akhir dapat terpenuhi.

    Mempertahankan kualitas bahan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh industri pangan. Bahan pangan yang berkualitas harus memenuhi syarat umum mutu pangan yang baik yaitu bebas dari cemaran fisik, kimia, dan mikrobiologis. Dengan kata lain, suatu produk pangan, walaupun memiliki cita rasa, nilai gizi, atau pun sifat fungsional yang bagus, tetap tidak cukup berarti jika produk tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. Salah satu faktor yang terkait dengan keamanan pangan adalah keamanan bahan kemasan pangan yang digunakan dan kemampuan kemasan untuk melindungi produk pangan dari cemaran. (lebih…)