
Industri petrokimia adalah industri penghasil produk kimia organik sebagai bahan baku industri polimer. Bahan baku dari industri petrokimia adalah senyawa hidrokarbon yang didapat dari hasil pengolahan minyak dan gas bumi, maupun pencairan batu bara, dengan kandungan utama unsur kimia atom C dan H beserta turunannya, termasuk senyawa hidrokarbon dengan ikatan gugus fungsional senyawa tersebut. Berikut 3 hidrokarbon yang berperan sebagai bahan dasar petrokimia.
Olefin (Alkena – Alkena)
Olefin merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama. Produksi olefin di seluruh dunia mencapai milyaran kilogram per tahun. Olefin yang paling banyak diproduksi adalah etilena (etena), propilena (propena), dan butadiena. Polietilena merupakan bahan dasar pembuatan plastik, namun tidak lebih kuat daripada plastik berbahan dasar polipropilena. Adapun butadiena yang berfungsi sebagai bahan baku pembuatan karet sintetis dan nilon.
Aromatika
Pada industri petrokimia, bahan aromatika yang terpenting adalah benzena, toluena, dan xilena. Benzena merupakan bahan dasar pembuatan karet sintetis, fenol, dan nilon. Toluena dan xilena biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan peledak dan pembuatan serat.
Syn-Gas (Gas Sintetis)
Gas sintetis ini merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar gas sintetis adalah amonia (NH3), urea (CO(NH2)2), metanol (CH3OH), dan formaldehida (HCHO).
Sumber: http://www.fatahsulaiman.com/tridarma/buku/Buku%20Mengenal%20Industri%20Petrokomia%20(OKE).pdf
Tinggalkan Balasan