Bahan kimia merupakan komponen penting dalam berbagai sektor mulai dari farmasi, tekstil, pertanian, hingga energi. Namun di balik produk-produk tersebut, terdapat rantai pasok (supply chain) yang kompleks dan saling terhubung. Indonesia, dengan potensi sumber daya alam yang besar, masih menghadapi tantangan dalam memastikan ketersediaan, efisiensi, dan keberlanjutan rantai pasok bahan kimia nasional.
✨ Dalam edisi kali ini, kamu akan menemukan berbagai bahasan menarik seputar transformasi Smart Factory di era Industry 4.0!
Artikel: Smart Manufacturing dalam Era Industry 4.0: Menuju Transformasi Industri Cerdas — pembahasan mengenai penerapan sistem manufaktur berbasis kecerdasan buatan dan otomasi digital untuk mewujudkan efisiensi, ketepatan, serta fleksibilitas produksi di era industri modern.
Steam: Digitalisasi Manufaktur: Strategi Mewujudkan Smart Factory yang Efisien dan Berkelanjutan di Era Industry 4.0 — ulasan mendalam mengenai penerapan teknologi digital, Internet of Things, dan data analytics dalam meningkatkan kinerja operasional serta membangun sistem manufaktur yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Reportase: Wisudawan Teknik Kimia November 2025 — liputan hangat mengenai momen wisuda mahasiswa Teknik Kimia yang penuh rasa syukur, kebersamaan, dan semangat untuk melangkah ke dunia profesional dengan membawa ilmu serta dedikasi terbaik.
Artikel
🎓 Wisudawan Teknik Kimia UNDIP November 2025
Perayaan Wisuda Teknik Kimia UNDIP Periode November 2025 berlangsung hangat dan penuh kebanggaan. Arak-arakan dari Lab Integrasi hingga Gedung Teknik Kimia menjadi simbol perjalanan panjang para wisudawan dari perjuangan akademik hingga momen pelepasan menuju dunia profesional.
Kehadiran keluarga, dosen, dan teman seangkatan menambah haru suasana. Dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Steam
Digitalisasi Manufaktur: Menuju Smart Factory 4.0
Transformasi industri menuju Industry 4.0 menekankan integrasi sistem fisik dan digital melalui IoT, big data analytics, serta cyber-physical systems. Riset menunjukkan bahwa adopsi teknologi ini meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan ketahanan operasional perusahaan.
Dengan dukungan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan lembaga pendidikan, penerapan smart factory menjadi strategi penting untuk mewujudkan sistem manufaktur yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat global.
Reportase
📢 Apa pendapatmu?
Menurutmu, bagaimana mahasiswa Teknik Kimia dapat berperan dalam: • memperkuat ekosistem inovasi digital di dunia manufaktur, • mendorong transformasi menuju smart factory yang efisien dan berkelanjutan, • serta membangun budaya akademik yang siap menghadapi tantangan industri masa depan?
Pengalaman, sudut pandang, atau refleksi kalian—baik sebagai mahasiswa aktif maupun calon wisudawan—sangat berarti bagi pengembangan komunitas Teknik Kimia UNDIP.
✍️ Kirimkan tulisan, opini, atau inspirasimu untuk buletin edisi selanjutnya! LPM KINETIKA UNDIP | Teknik Kimia Fakultas Teknik | Universitas Diponegoro
Kecil Kecil Cabe Rawit : Mikroalga Sang Penyerap Karbon Ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil telah memicu krisis energi, pencemaran udara, hingga perubahan iklim global. Menariknya, mikroalga mampu menyerap hampir 2 kg CO₂ hanya dari 1 kg biomassa. Hal ini menjadikannya kandidat unggulan sebagai sumber energi hijau.
Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Teknologi ini mampu menangkap hingga 90% emisi CO₂ dari pembangkit listrik maupun industri, lalu menyimpannya secara aman di bawah tanah. Dengan CCS, Indonesia tidak hanya dapat menekan emisi gas rumah kaca, tapi juga memperpanjang umur infrastruktur energi, menekan biaya listrik, serta membuka peluang kerja baru.
Meski menghadapi tantangan regulasi dan kesadaran publik, potensi penerapan CCS di Indonesia mulai dari Lapangan Gundih hingga Cekungan Natuna menjadi langkah strategis menuju masa depan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Steam
Carbon Capture and Storage (CCS) hadir sebagai solusi transisi energi yang bukan hanya menekan emisi CO₂, tapi juga membuka peluang baru bagi pemanfaatan energi dan industri. Lewat berbagai pendekatan seperti post-combustion, pre-combustion, hingga oxyfuel combustion, teknologi ini memungkinkan pemisahan dan penyimpanan CO₂ secara efisien untuk mendukung target Net Zero Emission.
Lebih dari sekadar teknologi pengendali polusi, CCS bahkan dapat diintegrasikan dengan bioenergi (BECCS) untuk menghasilkan negative emission, atau dimanfaatkan sebagai bahan baku kimia dan peningkatan produksi energi. Meski tantangan biaya, infrastruktur, dan kebijakan masih besar, CCS tetap dipandang sebagai jembatan strategis menuju masa depan energi rendah karbon yang berkelanjutan.
Reportase
Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2025 resmi menjadi penutup rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru Universitas Diponegoro. Acara ini dimeriahkan dengan mozaik, parade UKM dan organisasi daerah, drama musikal, orasi, hingga penampilan bintang tamu Cinta Laura yang membagikan inspirasi tentang pengembangan diri.
Lebih dari sekadar orientasi, ODM 2025 menjadi momentum mahasiswa baru untuk bertransformasi menjadi pribadi kritis, kreatif, dan aktif di kampus. Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, ODM juga menjadi wadah mempererat solidaritas antar mahasiswa sekaligus membuka jalan menuju perjalanan akademik yang penuh semangat.
Setiap tahun dunia memproduksi lebih dari 380 juta ton plastik, namun kurang dari 20% yang berhasil didaur ulang. Sisanya menumpuk di TPA atau hanyut ke lautan, merusak ekosistem, membunuh jutaan biota laut, dan kembali masuk ke rantai makanan kita dalam bentuk mikroplastik.