Kategori: Teknologi dan Inovasi

  • Mengenal Fenomena Lucid Dream

    Infografis by Fariz Herfyansyah

    Dalam fenomena lucid dream atau yang biasa dianggap sebagai “mimpi yang bisa dikendalikan”, si pemimpi tidak hanya menyadari faktanya bahwa dia sedang bermimpi, tetapi juga mampu mengendalikan konten mimpi. Terjadinya lucid dream juga dikaitkan dengan persepsi yang lebih tinggi dari kontrol diri, kreativitas, dan keterbukaan terhadap pengalaman. Dari sudut pandang fisiologis, periode REM atau Rapid Eye Movement dengan lucid dream menunjukkan peningkatan aktivasi otak, terutama di korteks prefrontal, dibandingkan dengan Periode REM tanpa lucid dream.

    (lebih…)
  • Fenomena Bioluminesensi

    Sumber: unsplash.com

    Fenomena laut bercahaya dikenal dengan fenomena bioluminesensi. Bioluminesensi yang terjadi di lingkungan laut sering melibatkan organisme planktonic, bakteri, dan protozoa. Banyak invertebrata dan vertebrata bersimbiosis dengan organisme khusus penghasil cahaya itu. Sekitar 30 spesies bakteri laut dapat mengeluarkan emisi cahaya. Hingga saat ini, dari 30 spesies bakteri laut yang dapat mengeluarkan emisi cahaya tersebut telah diklasifikasikan sebagai bakteri heterotrofik, kopotrofik, dan secara fakultatif anaerobik.

    (lebih…)
  • Perubahan Iklim Menyebabkan Perubahan Garis Pangkal Pantai

    Sumber foto : unsplash.com

    Sejak abad ke-21, manusia telah memasuki kehidupan yang serba modern. Hampir seluruh aktivitas manusia dikerjakan dengan peralatan yang serba canggih. Dalam kata lain yaitu era globalisasi. Namun, dibalik kecanggihan itu terdapat dampak negatif yang dapat ditimbulkan, seperti naiknya permukaan air laut akibat perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan fenomena universal yang tidak dapat dihindari dan membawa pengaruh bagi seluruh kehidupan di bumi. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (United State Environment Protection Agency/ USEPA) menyatakan bahwa perubahan ilkim diakibatkan oleh dua hal, yaitu faktor alam dan manusia. Salah satu dampaknya adalah naiknya permukaan air laut. Hal tersebut tidak hanya berdampak untuk masyarakat pesisir, tetapi juga untuk negara-negara pantai dan negara kepulauan di dunia.

    (lebih…)
  • Sisi Positif Cuaca Antariksa yang Tidak Stabil

    Stellar flares yang dipancarkan oleh matahari (bintang induk planet) tidak serta merta mencegah pembentukan kehidupan. Stellar flares adalah kilatan magnetik yang tiba-tiba. Flares matahari ini terkadang merusak satelit dan mengganggu komunikasi radio. Selain itu, semburan bintang yang kuat juga dapat menguras dan menghancurkan gas yang ada pada atmosfer, seperti ozon. Semakin tipis lapisan ozon menyebabkan tingkat radiasi UV yang berbahaya dapat menembus atmosfer. Namun, menurut sebuah studi dari Universitas Northwestern, dengan menggabungkan 3D atmospheric chemistry dan pemodelan iklim dengan data flare yang diamati, dapat ditemukan teori bahwa stellar flares dapat memainkan peran penting dalam evolusi jangka panjang atmosfer planet dan kelayakan huni planet tersebut.

    (lebih…)
  • Hampir Seluruh Es Mencair, Perairan Arktik Menyebabkan Peningkatan Suhu di Atmosfer

    Sumber foto : stock.adobe.com

    Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology yang berdiri di Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Finlandia, dan Kanada mempublikasikan hasil penelitian mereka. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Sungai Arktik memberi kontribusi yang sangat besar bagi pencairan es di Samudra Arktik. Aliran sungai yang panas menyebakan pencairan es hingga 10% dari total es yang mencair hingga saat ini. Tahun 1980-2015 tercatat sekitar 120.000 mil es telah mencair di Perairan Arktik.

    (lebih…)