RFID Si Mungil Penyimpan Informasi dalam e-KTP

Teknologi chip Radio Frequency Identification (RFID) dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Indonesia disebut-sebut berfungsi menyimpan informasi tentang pemiliknya. Informasi tersebut mencakup data kependudukan dan biometrik. Sebenarnya apa itu RFID dan bagaimana cara kerja chip ini?

RFID merupakan teknologi pengiriman informasi singkat melalui gelombang radio yang berbentuk chip kecil sehingga bisa disematkan di berbagai pernak-pernik. Teknologi ini pertama kali digagas pada tahun 1940-an. Namun, baru digunakan mulai tahun 1970-an.

Ada dua jenis teknologi RFID, yaitu pasif dan aktif. RFID pasif merupakan jenis yang banyak ditemukan di kartu uang elektronik dan e-KTP. Chip RFID pasif tidak memiliki sumber daya sendiri dan baru akan aktif ketika ditempelkan atau didekatkan ke alat pembaca (RFID chip reader). Reader mengirimkan gelombang radio yang akan mengaktifkan chip RFID sekaligus membaca informasi yang tersimpan di dalamnya. Sementara itu, RFID aktif memiliki baterai sebagai sumber tenaga dan memancarkan sinyal radio sendiri untuk mentransmisikan informasi di dalamnya agar dapat dibaca oleh reader yang sesuai. RFID aktif memiliki jangkauan maksimal 30 meter, sedangkan RFID pasif hanya 6 meter.

Dalam kasus e-KTP, chip RFID terletak di dalam blangko (smart card) di lapisan tengah setebal 330 mikron. Keberadaan chip ini dapat diketahui dengan teknologi near field communication (NFC). NFC juga termasuk salah satu teknologi komunikasi yang berbasis pada frekuensi radio. Teknologi RFID beroperasi pada frekuensi 13,56 MHz dan NFC juga beroperasi pada frekuensi yang hampir sama. Inilah yang memungkinkan perangkat dengan teknologi NFC bisa mengetahui keberadaan chip di e-KTP.

Meski teknologi NFC bisa mendeteksi keberadaan chip RFID, e-KTP dilengkapi dengan fitur keamanan sehingga informasi dalam chip hanya dapat dibaca oleh perangkat pembaca e-KTP. Perangkat yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dilengkapi dengan modul biometric sidik jari yang berguna untuk melakukan verifikasi pemegang e-KTP.


Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *