Potensi Penggunaan Kulit Pisang dalam Industri Makanan

Sumber : istockphoto.com

Penggunaan bahan alternatif terutama bahan yang berasal dari produk samping pertanian menjadi daya tarik tersendiri di industri makanan karena memiliki nilai ekonomis dan mengandung zat yang baik bagi tubuh. Salah satu bahan alternatif tersebut adalah pisang. Pisang merupakan buah yang produksinya terus meningkat dalam 20 tahun terakhir. Pisang banyak diproduksi di Asia, Amerika Latin, dan Afrika dengan produsen utama, yaitu India pada tahun 2019. Pisang adalah bahan pangan paling umum. Kulit pisang seringkali dibuang begitu saja, padahal kulit pisang dapat diolah menjadi produk yang bernilai dan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan.

Kulit pisang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan pangan fungsional, karena kulit pisang memiliki kandungan organik, seperti lipid, serat, karbohidrat, dan protein yang menjadi sumber dari senyawa bioaktif. Senyawa biokatif memiliki kegunaan sebagai antioksidan, agen antikanker, dan agen antimikroba. Kulit pisang memiliki jumlah abu, protein, lemak, dan serat makanan yang jauh lebih tinggi daripada daging buahnya. Oleh karena itu, kulit pisang memiliki potensi yang tinggi untuk digunakan dalam industri makanan.

Penggunaan kulit pisang dalam bentuk bubuk sebagai penambah serat dalam daging dapat dimanfaatkan pada industri makanan pengolah sosis atau industri pengolahan daging lainnya. Selain itu, kulit pisang dapat digunakan sebagai pengganti sebagian tepung terigu dalam roti sehingga akan menghasilkan roti dengan kandungan protein, abu, dan lemak yang lebih tinggi. Turunnya kandungan karbohidrat dalam tepung kulit pisang bermanfaat bagi pasien diabetes dalam mengoptimalkan glukosa dalam tubuh. Penggunaan tepung kulit pisang dalam pembuatan cookies fungsional juga dapat meningkatkan kandungan fenolik, total serat pangan, abu, dan kadar air. Tidak hanya itu, kulit pisang juga dapat menghasilkan xylitol yang membuat produk memiliki stabilitas tinggi. Namun, pemanfaatan kulit pisang yang sudah disebutkan di atas perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai takaran yang diperlukan pada setiap pengaplikasiannya.


Sumber:

Zaini, H. M., Roslan, J., Saallah, S., Munsu, E., Sulaiman, N. S., & Pindi, W. (2022). Banana peels as a bioactive ingredient and its potential application in the food industry. Journal of Functional Foods92, 105054.

12 Replies to “Potensi Penggunaan Kulit Pisang dalam Industri Makanan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *