Pengolahan Limbah Tahu Menjadi Air Bersih dengan Metode Elektrokoagulasi

Sumber foto : warstek.com

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Dengan perkembangan penduduk yang begitu pesat tak khayal bagi bangsa Indonesia untuk bisa memenuhi kebutuhan penduduknya yang sangat banyak. Hal itu juga tentunya diimbangi dengan pembangunan di sektor industri. Adanya pembangunan di sektor-sektor industri membawa dampak positif maupun negatif. Meningkatnya pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air merupakan dampak negatif yang timbul dari perkembangan industri. Industri tahu merupakan salah satu industri yang menyebabkan pencemaran air jika limbah dari kegiatan industri tersebut tidak diolah dengan baik.

Banyak para pelaku industri tahu yang tidak melakukan pengolahan limbah cair dikarenakan adanya penambahan biaya produksi. Padahal limbah cair tersebut mengandung bahan-bahan organik terlarut yang cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan pencemaran. Sebenarnya banyak metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair produksi tahu tersebut, salah satunya dengan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan suatu metode elektrokimia yang melibatkan anoda dan katoda dengan menggunakan plat besi atau aluminium. Dengan metode elektrokoagulasi, pengolahan limbah cair dapat menekan tambahan biaya produksi karena biaya murah serta bisa dilakukan secara kontinu.

Peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk  mengurangi Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand  (BOD), Total Suspended Solid  (TSS) , dan pH dari hasil limbah cair salah satu industri tahu yang berada di Kota Pekanbaru menggunakan metode elektrokoagulasi. Bahan yang diperlukan untuk melakukan penelitian ini yaitu limbah cair tahu, air bebas mineral, dan sejumlah bahan kimia. Sebelum melakukan metode elektrokoagulasi, perlu dilakukan sejumlah analisis terhadap sampel limbah cair tahu seperti analisis terhadap BOD, COD, TSS, dan pH terlebih dahulu. Setelah dilakukan analisis, ternyata sampel limbah cair tahu disalah satu industri tahu yang berada di Kota Pekanbaru belum memenuhi Permen Baku Mutu LH No. 5 Tahun 2004. Oleh karena itu, sampel tersebut dapat dijadikan suatu penelitian. Tahap selanjutnya yaitu merangkai alat reaktor elektrokoagulasi secara kontinu yang menggunakan aluminium sebagai plat. Pada penelitian ini, digunakan variabel tegangan dan variabel laju alir.

Hasil yang didapat dari penelitian menggunakan metode elektrokoagulasi secara kontinu ternyata dapat mengurangi COD, BOD, TSS, dan pH yang ada pada limbah cair tahu tersebut. Pada variasi tegangan 12V ternyata dapat menurunkan kandungan COD menjadi 283 mg/L yang terdapat pada limbah cair tahu tersebut. Hal itu disebabkan adanya proses reduksi-oksidasi dalam reaktor elektrokoagulasi. Kondisi ini sama dengan kandungan BOD yang dapat mengalami penurunan pada tegangan 12V menjadi 146 mg/L. Kandungan TSS pada sampel limbah cair tahu juga mengalami penurunan pada tegangan 12 volt dan laju alir 0,087 L/menit menjadi 100 mg/L. Nilai pH juga Kembali netral setelah dilakukan pengujian menggunakan metode elektrokoagulasi ini. Metode elektrokoagulasi ternyata sangat efektif dalam pengolahan limbah cair menjadi air bersih untuk mencegah pencemaran lingkungan khususnya di perairan.


Sumber : online-journal.unja.ac.id https://online-journal.unja.ac.id/chp/article/view/7651/5512

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *