Ini Cara Oxygen-16 Rayakan Hari Bumi

20150419_082309

Tanggal 22 April adalah tanggal bagi dunia ini untuk memperingati Hari Bumi. Tidak luput juga biro Teknik Kimia yang bernama Oxygen-16 ini, mereka mengadakan event khusus bernama Jambore Hari Bumi saat Car Free Day pada hari Minggu (16/4).

20150419_080633Acara yang diadakan bersama Forum Pecinta Alam atau FORPAS ini dilakukan dengan berorasi, keliling Simpang Lima, aksi teatrikal dan juga aksi bagi pohon.

20150419_08285620150419_084406 Continue reading “Ini Cara Oxygen-16 Rayakan Hari Bumi”

Sinergi Pangan dan Energi Membentuk Ketahanan Bangsa

Untitled-2

                Mengacu pada UU No 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka  Panjang Nasional tahun 2005–2025, pembangunan iptek di Indonesia salah satunya diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu permasalahan di Indonesia adalah adanya kekurangan dalam hal ketersediaan pangan dan ketersediaan energi. Oleh karena itu, disusun pula peraturan yang khusus mengatur tentang ketahanan pangan dan energi diantaranya adalah UU No 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan dan UU No 30 Tahun 2007 tentang ketahanan energi. Peraturan tersebut, selain dimaksudkan untuk membuat strategi penyediaan pangan dan energi nasional, juga untuk mendorong penguatan sistem inovasi teknologi terkait pangan dan energi dalam rangka pembangunan ekonomi yang berbasis pengetahuan.

Dalam UU Pangan No. 18 tahun 2012  menyebutkan prinsip atau asas penyelenggaraan pangan di Indonesia harus berdasarkan kedaulatan, kemandirian, ketahanan, keamanan, manfaat, pemerataan, berkelanjutan, dan keadilan. Secara keseluruhan undang-undang pangan ini memaparkan tujuan utama negara adalah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber-sumber pangan dari luar. Hal ini memacu terjadinya berbagai upaya eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber pangan khususnya yang berbasis kemandirian sumber daya lokal yang ada di Indonesia.

Dalam UU Energi No. 30 Tahun 2007 menyebutkan bahwa sumber energi Continue reading “Sinergi Pangan dan Energi Membentuk Ketahanan Bangsa”

Pengemasan yang Tepat untuk Mempertahankan Kualitas Makanan

kinet

Teknologi pengemasan makanan (kemasan) memberikan kepentingan tertentu bagi perusahaan, karena dapat menjadi kunci untuk keunggulan kompetitif dalam industri makanan. Pengemasan makanan yang baik dapat mempertahankan kualitas bahan makanan, meningkatkan margin keuntungan, memberikan identifikasi produk, memperluas distribusi, sehingga kebutuhan dan keinginan pengguna akhir dapat terpenuhi.

Mempertahankan kualitas bahan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh industri pangan. Bahan pangan yang berkualitas harus memenuhi syarat umum mutu pangan yang baik yaitu bebas dari cemaran fisik, kimia, dan mikrobiologis. Dengan kata lain, suatu produk pangan, walaupun memiliki cita rasa, nilai gizi, atau pun sifat fungsional yang bagus, tetap tidak cukup berarti jika produk tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. Salah satu faktor yang terkait dengan keamanan pangan adalah keamanan bahan kemasan pangan yang digunakan dan kemampuan kemasan untuk melindungi produk pangan dari cemaran. Continue reading “Pengemasan yang Tepat untuk Mempertahankan Kualitas Makanan”

Mengenal Kinetika Lebih Dekat

Apa sih Kinetika itu?

10568828_10202169054407748_5200127251470912798_n

Kinetika merupakan organisasi pers kemahasiswaan yang kegiatan utamanya adalah menerbitkan majalah ilmiah sebagai salah satu media massa kampus. Kinetika merupakan biro otonom di Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro yang independen serta berkoordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dan biro-biro lain yang ada di lingkungan Teknik Kimia. Continue reading “Mengenal Kinetika Lebih Dekat”

Persiapan AEC 2015 di berbagai Perguruan Tinggi

ASEAN Economic Community (AEC) akan mulai diberlakukan pada tahun 2015 sebagai upaya untuk mewujudkan ekonomi yang terintegrasi. Negara-negara yang tergabung dalam AEC memberlakukan system single market dalam artian terbuka untuk melakukan perdagangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja. Dengan diberlakukannya AEC diharapkan dapat mendorong negara-negara di kawasan ASEAN untuk meningkatkan daya saing mereka.

Pada saat AEC diberlakukan akan lebih banyak tenaga kerja yang saling berkompetisi merebut lapangan kerja diantara negara se-ASEAN. AEC mengakibatkan tenaga kerja dari luar negeri akan lebih mudah untuk bekerja di Indonesia. Mereka yang memiliki keahlian di atas SDM Indonesia tentunya akan lebih mudah mendapat pekerjaan di perusahaan yang ada di Indonesia dan menggeser tenaga kerja Indonesia sendiri.
Berkaitan dengan dampaknya terhadap tenaga kerja, mahasiswa dan perguruan tinggi perlu mempersiapkan diri untuk meningkatkan daya saing. Karena untuk mencapai keberhasilan yang diharapkan dalam AEC bukanlah hal yang mudah, meskipun tiap negara sudah mempunyai komoditi – komoditi andalan yang siap diluncurkan. Hal yang paling mendasar adalah kesiapan sumber daya manusia itu sendiri yang berperan paling penting karena merupakan pelaku dari AEC.

Continue reading “Persiapan AEC 2015 di berbagai Perguruan Tinggi”