Industri Tahan Krisis di Tengah Pandemi Covid-19

Sumber foto : lazypandabkk.com

Coronavirus disease atau biasa disebut dengan Covid-19 merupakan virus yang menyerang lebih dari 200 negara di seluruh dunia. Penyebaran kasus positif virus corona di Indonesia semakin tinggi setiap harinya. Untuk menanggulangi hal tersebut, pemerintah memberlakukan kebijakan berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini dilakukan untuk mengurangi pengumpulan massa yang dapat memudahkan penyebaran Covid-19. Berbagai lokasi publik yang dapat memicu keramaian atau kerumunan orang ditutup untuk mendukung kebijakan tersebut. PSBB mengakibatkan banyak usaha kecil maupun menengah yang bangkrut dan berakhir dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga akan mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Namun, terdapat suatu industri yang tetap dapat berjalan di masa seperti ini. Industri tersebut adalah  food and beverages.

Makanan dan minuman merupakan hal yang sangat penting bagi semua makhluk hidup di tengah kondisi sesulit apapun. Berbagai usaha di industri ini juga mulai melakukan penyesuaian agar dapat berjalan tanpa terkendala PSBB. Salah satu solusinya adalah layanan delivery dan drive thru. Dengan adanya layanan ini para pembeli tidak diharuskan datang ke store penjualan secara langsung. Hal ini tentunya akan mengurangi jumlah orang yang beraktivitas di luar ruangan.

Bertahannya industri food and beverages dibuktikan dengan prediksi pertumbuhannya sebesar 4 – 5% di tengah pandemi menurut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Kondisi ini jauh lebih baik dibanding industri lain yang berada di ambang kebangkrutan.

Pada kondisi saat ini, ada baiknya para pengusaha untuk mempertimbangkan kembali usaha yang tengah ditekuninya. Sedangkan bagi calon pengusaha yang ingin mulai berbisnis di tengah pandemi ini, dapat mempertimbangkan industri food and beverages sebagai langkah awal usaha yang dapat bertahan saat krisis ditengah pandemi Covid-19

Sumber : ejournal.stieibbi.ac.id, jurnal.id http://ejournal.stieibbi.ac.id/index.php/jmb/article/view/81/36


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *