Fenomena Bioluminesensi

Sumber: unsplash.com

Fenomena laut bercahaya dikenal dengan fenomena bioluminesensi. Bioluminesensi yang terjadi di lingkungan laut sering melibatkan organisme planktonic, bakteri, dan protozoa. Banyak invertebrata dan vertebrata bersimbiosis dengan organisme khusus penghasil cahaya itu. Sekitar 30 spesies bakteri laut dapat mengeluarkan emisi cahaya. Hingga saat ini, dari 30 spesies bakteri laut yang dapat mengeluarkan emisi cahaya tersebut telah diklasifikasikan sebagai bakteri heterotrofik, kopotrofik, dan secara fakultatif anaerobik.

Bioluminesensi adalah emisi cahaya yang dihasilkan makhluk hidup karena reaksi kimia tertentu. Emisi cahaya yang dihasilkan berasal dari enzim yang sudah dikatalis melalui reaksi oksidasi. Enzim yang terlibat disebut enzim luciferin dan enzim luciferase. Proses pembentukan emisi cahaya ini memerlukan energi yang cukup besar. Bioluminesensi sudah berevolusi secara independen sebanyak kurang lebih empat puluh kali, sehingga reaksi kimia untuk mengasilkan cahaya menjadi beragam dan tidak terikat pada jenis organisme yang memproduksinya.

Pada organisme eukariotik, emisi cahaya dapat berasal dari 2 sumber berbeda, yaitu instrinsik dan simbiosis. Intrinsik disebabkan oleh bahan kimia yang diproduksi oleh organisme itu sendiri. Sebagian organisme bercahaya memiliki sel khusus yang dapat menghasilkan cahaya. Sel bercahaya khusus tersebut  yaitu fotosit yang dikelompokkan di dalam organ khusus yang disebut photophores. Beberapa hewan dapat mengeluarkan cahaya jika bersimbiosis dengan bakteri luminous, yaitu bakteri yang dapat menghasilkan cahaya. Bakteri luminous biasanya bersimbiosis dengan ikan ataupun cumi-cumi. Ketika terjadi simbiosis, bakteri luminous akan tersebar di lingkungan sekitar dalam bentuk individu. Bakteri penghasil cahaya disinyalir menjadi penyebab dari peristiwa spektakuler yang belum dapat dijelaskan, yaitu laut susu. Lautan susu dicirikan oleh cahaya yang tidak biasa di permukaan laut dan membentang di atas area yang begitu luas, sehingga terang cahaya yang dipancarkan dapat dideteksi dari luar angkasa.


Sumber: copernicus.org https://bg.copernicus.org/

2 Replies to “Fenomena Bioluminesensi”

  1. jadi ternyata fenomena laut bercahaya atau biolumenesensi itu disebabkan oleh organisme planktonic, bakteri, dan protozoa. Terima Kasih atas informasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *