Even If I Die, It’s You

Oleh: Erina Yuliana Dewi
London, 1997
London, the smoke city. Berkabut dan dingin.
Huft! Aku menghela napas panjang.
Perasaan resah ini sedikit demi sedikit mulai hilang. Aku mulai bisa menerima segala bentuk hinaan-hinaan dunia yang fana ini. Bak berada pada masa transisi manusia menjadi monster. Mengerikan dan menyedihkan. Langit biru yang penuh penyesalan menyambutku, berubah menjadi kelabu. Aktivitas Sungai Thames sama seperti biasanya dan sesekali perahu-perahu besar melintas. Kafe Blueprint masih ramai. Penuh dengan orang-orang yang hinggap dan berlalu. Aku mengalihkan pandanganku pada seseorang yang duduk bersebelahan denganku.

Continue reading “Even If I Die, It’s You”

Produksi Petrokimia Dapat Meningkatkan Efisiensi Industri Makanan dan Minuman

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mendorong struktur industri kimia di Indonesia agar segera siap bersaing seiring dengan masuknya sejumlah investasi. Contohnya saja pada industri petrokimia, salah satu sektor hulu yang berperan strategis dalam menunjang berbagai kebutuhan produksi di sejumlah manufaktur hilir. Produk yang dihasilkan oleh industri petrokimia antara lain digunakan sebagai bahan baku di industri plastik, tekstil, cat, kosmetik dan farmasi. Salah satu produk petrokimia yang akrab bagi kita adalah olefin yang diolah menjadi plastik.

Continue reading “Produksi Petrokimia Dapat Meningkatkan Efisiensi Industri Makanan dan Minuman”

Reaktor Pengubah Gas Rumah Kaca Menjadi Bahan Bakar Cair Murni

Gas rumah kaca dapat digunakan kembali secara efisien dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan listrik, dapat menghasilkan bahan bakar murni terbarukan. Reaktor katalitik yang dikembangkan oleh insinyur Haotian Wang di Laboratorium Kimia dan Biomolekul University of Rice menggunakan karbon dioksida (CO2) sebagai bahan baku. Dalam prototype yang baru, dihasilkan asam format dengan tingkat kemurnian dan konsentrasi yang sangat tinggi. Asam format yang diproduksi dari karbon dioksida secara tradisional membutuhkan langkah pemurnian yang mahal dan tingkat ketelitian yang tinggi. Produksi langsung larutan asam format murni akan membantu untuk mempromosikan teknologi konversi karbon dioksida secara komersial.

Continue reading “Reaktor Pengubah Gas Rumah Kaca Menjadi Bahan Bakar Cair Murni”

10 Fakta Tentang Gravitasi yang Jarang Diketahui

 

Gravitasi adalah suatu fenomena yang sangat populer bagi kehidupan manusia. Tanpa gravitasi, tubuh manusia mengalami perubahan yang menarik seperti astronot yang berada di luar angkasa, Kita bisa melayang tanpa gravitasi, dan tidak akan ada benda jatuh tanpa gravitasi. Bahkan gravitasi merupakan fenomena alam yang banyak dipelajari dalam sains. Lalu apa sebenarnya definisi gravitasi?

Continue reading “10 Fakta Tentang Gravitasi yang Jarang Diketahui”

Pencetus Coca-Cola ialah Seorang Apoteker

Tahukah Anda, Pabrik Coca – Cola Dicetuskan oleh Seorang Apoteker ?

Oleh Priscila Indah Ratnasari

Coca – Cola merupakan jenis minuman berkarbonasi yang berhasil mempertahankan popularitasnya selama lebih dari satu abad, menariknya orang yang menemukan Coca – Cola merupakan seorang apoteker.
Dr. John Stith Pemberton, seorang ahli farmasi lokal dari Atlanta, AS, adalah penemu Coca – Cola. Pemberton membuat resep minuman pertamanya dalam tiga ketel kuningan dan membawanya ke apotek Jacob untuk dipromosikan. Minuman ini berhasil dipasarkan sejak 8 Mei 1886 di apotek yang sama dengan harga 5 sen untuk setiap porsinya.

Dr. Pemberton memang telah lama terobsesi untuk menemukan obat, sekaligus minuman yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hingga akhirnya, ia menemukan resep formula minuman yang terbuat dari tanaman koka yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Koka dikenal sebagai simultan, afrodisiak, dan dapat melancarkan pencernaan.
Tokoh – tokoh dunia seperti Thomas Edison, Ratu Victoria, dan tiga orang Paus diyakini penggemar minuman ini. Sehingga,  sempat minuman ini diiklankan sebagai ‘minuman intelektual’.

Seiring berjalannya waktu, Dr. Pemberton juga menggunakan kacang kola dalam minuman ini sehingga minuman ini mengandung alkohol. Dari sinilah nama Coca–Cola muncul sebagai penggambaran dari kedua bahan penyusun minuman ini. Namun, adanya “gerakan kesederhanaan” di AS membuat Dr. Pemberton menyadari bahwa tidak mungkin baginya untuk memproduksi minuman beralkohol lagi. Oleh karena itu, dia memulai untuk menemukan formula minuman yang tidak beralkohol, namun masih mengandung ekstrak daun koka dan kacang kola. Pada tahun 1886, dia berhasil menemukan formula minuman yang diinginkan dan menjadi resep awal minuman Coca–Cola.


Sumber : Amazine.com