Potensi Minyak Jelantah sebagai Biodiesel Pada Mesin Diesel

Seperti yang kita ketahui, bahwa sumber daya alam tak terbarukan kian lama kian menipis kuantitasnya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari alternatif untuk menggantikan sumber daya alam tak terbarukan itu, seperti minyak bumi dan gas yang kerap kali digunakan untuk bahan bakar mesin salah satunya mesin diesel. Untuk menggantikan solar dari hasil olahan minyak bumi tersebut terciptalah biodiesel, yaitu bahan bakar nabati untuk aplikasi mesin atau motor diesel berupa ester metil asam lemak (fatty acid methyl ester/FAME) yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses esterifikasi dan/atau transesterifikasi. Sumber biodiesel ini ada bermacam-macam, yaitu salah satunya adalah penggunaan minyak jelantah sebagai biodiesel. Minyak jelantah yang merupakan minyak kelapa sawit bekas pakai masak ini dapat ditingkatkan penggunaannya sebagai biodiesel, namun penggunaan biodiesel minyak jelantah secara tunggal ini memiliki beban nitrogen oksida (NOx) yang tinggi. Maka, perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut dari minyak jelantah tersebut, yaitu dengan cara penambahan n-dekanol, nitrogen-doped, dan amino-functionalized multi-walled carbon nanotube.

Lanjutkan membaca “Potensi Minyak Jelantah sebagai Biodiesel Pada Mesin Diesel”

Madu sebagai Antioksidan dan Antibakteri Pencegah Bakteri Jerawat

Sumber : Freepik.com

Madu memiliki aktivitas bakteriostatik dan bakterisida alami sehingga dapat menjadi senyawa aktif sebagai antibakteri terhadap bakteri utama pembentuk jerawat, yaitu Propionibacterium acnes. Dalam hal ini, madu berperan penting dalam bakterisida dan bakteriostatik, seperti antibiotik. Daya antibakteri madu berasal dari kandungan tingginya flavonoid. Mekanisme antibakteri pada madu menggunakan tekanan osmosis madu, keasaman, dan adanya senyawa penghambat flavonoid.

Lanjutkan membaca “Madu sebagai Antioksidan dan Antibakteri Pencegah Bakteri Jerawat”

Pemanfaatan Minyak Bekas menjadi Sabun Organik

Minyak goreng merupakan senyawa gliserida dari berbagai asam lemak yang ada dalam gliserida itu sendiri. Pemanfaatan minyak goreng, baik untuk industri maupun rumah tangga, menghasilkan minyak jelantah yang masih mengandung asam lemak yang cukup tinggi. Minyak ini merupakan minyak bekas yang mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik. Oleh karena itu, pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan.

Lanjutkan membaca “Pemanfaatan Minyak Bekas menjadi Sabun Organik”

Potensi Penggunaan Kulit Pisang dalam Industri Makanan

Sumber : istockphoto.com

Penggunaan bahan alternatif terutama bahan yang berasal dari produk samping pertanian menjadi daya tarik tersendiri di industri makanan karena memiliki nilai ekonomis dan mengandung zat yang baik bagi tubuh. Salah satu bahan alternatif tersebut adalah pisang. Pisang merupakan buah yang produksinya terus meningkat dalam 20 tahun terakhir. Pisang banyak diproduksi di Asia, Amerika Latin, dan Afrika dengan produsen utama, yaitu India pada tahun 2019. Pisang adalah bahan pangan paling umum. Kulit pisang seringkali dibuang begitu saja, padahal kulit pisang dapat diolah menjadi produk yang bernilai dan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan.

Lanjutkan membaca “Potensi Penggunaan Kulit Pisang dalam Industri Makanan”

Nanopartikel Anorganik dalam Industri Kosmetik

Sumber foto : pexels.com

Nanopartikel anorganik merupakan sebutan bagi senyawa anorganik yang memiliki ukuran partikel 1-100 nanometer dan memiliki karakteristik yang memenuhi kebutuhan fungsi pada industri kosmetik. Karakterisasi yang menjadi pertimbangan penggunaan nanopartikel anorganik pada industri kosmetik di antaranya memiliki kemampuan nanocarries, tergolong sebagai zat aktif, dan kemampuan memodifikasi penampilan atau reologi produk akhir. Adapun beberapa kelas nanopartikel anorganik yang sering digunakan dalam industri kosmetik di antaranya, yaitu logam mulia, oksida logam, nanoclays, dan struktur nano mesoporus.

Penggunaan nanopartikel anorganik sebagai bahan aktif dalam formulasi kosmetik memiliki banyak manfaat, seperti mampu memperbaiki tekstur kulit, melindungi kulit dari faktor eksternal, dan berfungsi dalam pembersihan kulit. Beberapa produk kosmetik sangat bergantung pada sifat fisikokimia nanopartikel anorganik untuk mencapai fungsionalitas produk. Nanopartikel anorganik sendiri banyak digunakan dalam produk tabir surya (uv protection) dan produk kosmetik yang mengandung antimikroba.

Lanjutkan membaca “Nanopartikel Anorganik dalam Industri Kosmetik”

Self Healing Concrete, Beton yang Mampu Memperbaiki Dirinya Sendiri

Sumber: unsplash.com

Indonesia secara geografis berada di cincin api pasifik yang merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik di dunia. Di sekitar pertemuan tiga lempeng inilah terjadi akumulasi energi tabrakan yang kemudian dilepas dalam bentuk gempa bumi. Hal itu menyebabkan Indonesia menjadi negara yang rawan bencana seperti gempa bumi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), frekuensi kejadian gempa bumi di Indonesia terus meningkat semenjak tahun 2018 hingga sekarang.

Lanjutkan membaca “Self Healing Concrete, Beton yang Mampu Memperbaiki Dirinya Sendiri”

Fisher Space Pen sebagai Ballpoint Antariksa

Infografis by Nuryania Honesty

Beberapa orang menyatakan bahwa ballpoint tidak dapat digunakan dalam gravitasi nol dan para kosmonaut hanya dapat menggunakan pensil. Namun, pada kenyataannya ballpoint luar angkasa itu nyata adanya. Fisher Space Pen adalah ballpoint bertekanan yang dpat bekerja dalam kondisi gaya berat mikro Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

NASA mengklarifikasi bahwa ballpoint antariksa tersebut nyata dan astronaut menggunakannya untuk menulis saat berada di luar angkasa. Bentuk ballpoint luar angkasa ini menyerupai ballpoint konvensional lainnya, tetapi ballpoint ini memiliki kemampuan bertekanan sehingga dapat digunakan di luar angkasa. Ballpoint antariksa buatan Fisher Pen Company ini dianggap sebagai alat yang dapat diandalkan dan aman.

Lanjutkan membaca “Fisher Space Pen sebagai Ballpoint Antariksa”

Potensi Spesies Mutan di Chernobyl dalam Membantu Astronaut

Sumber foto: nationalgeographic.grid.id

Di antariksa, astronaut harus menghadapi berbagai bahaya seperti ledakan, tercekik ruang hampa, tertabrak benda asing, hingga terpapar radiasi yang tidak terlihat. Medan magnet bumi memiliki magnetosfer untuk melindungi permukaan planet dari radiasi kosmik yang merusak. Manusia yang melewatinya akan terpapar sinar kosmik berbahaya dan badai matahari yang dapat merusak sel dan merubah DNA. Ada satu tempat di Bumi yang mungkin unik untuk dipelajari dampak paparan radiasi jangka panjang dan menemukan perlindungan yang lebih baik dari paparan radiasi. Tempat tersebut adalah Chernobyl.

Lanjutkan membaca “Potensi Spesies Mutan di Chernobyl dalam Membantu Astronaut”

Bioplastik, Plastik Biodegradable yang Ramah Lingkungan

sumber: www.squarespace.com

Plastik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali setiap kali kita berbelanja, kita menggunakan kantong plastik untuk membawa barang belanjaan kita. Tanpa disadari plastik yang digunakan menumpuk secara terus menerus. Dalam satu tahun, sebanyak 1 triliun plastik digunakan di dunia. Plastik yang biasa kita gunakan merupakan plastik konvensional yang terbuat dari minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable) dan memiliki sifat degradasi yang redah. Untuk menguraikan kantong plastik, membutuhkan waktu 500-1000 tahun. Hal ini menyebabkan plastik menjadi sumber sebagian besar sampah di dunia dan dapat berdampak bagi lingkungan sekitar.

Lanjutkan membaca “Bioplastik, Plastik Biodegradable yang Ramah Lingkungan”